Realisasi Dana BOS Triwulan Kedua Rp 12 Miliar

0
738
BELAJAR: Siswa di salah satu SD di Kecamatan Moro saat belajar di ruangan kelas. f-DOKUMENTAIS/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – PIHAK Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, telah menerima laporan realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).

Hingga pada triwulan kedua tahun 2017 ini, realisasi mencapai Rp 12,114 miliar. Penerima dana BOS tersebut yakni 121 sekolah dan terdapat Sekolah Dasar Swasta (SDS) sebanyak 13 sekolah. Namun, besaran dana BOS yang diterima masing-masing sekolah tidak sama besarannya.

Untuk tahun 2017 sesuai dengan SOTK baru. Sudah dipisahkan dalam laporan realisasi penggunaan dana BOS, saya hanya tingkat SD saja kalau SMP ada bidangnya lagi,’’ jelas Riauwati, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Karimun, Kamis (19/10).

Baca Juga :  Pemkab Diminta Tindak Pemotongan Sapi Ilegal

Pemanfaatkan dana BOS sudah sangat membantu bagi sekolah-sekolah, terutama kebutuhan anak didik maupun operasional sekolah itu sendiri. Sehingga, dapat meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan.

Selain itu, dana BOS dapat meningkatkan mutu sekolah dan berperan dalam mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Bagi sekolah yang belum memenuhi SPM, ia menambahkan, harus mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada sekolah yang sudah memenuhi SPM.

”Hingga saat ini tidak ada masalah dalam penggunaan dana BOS, khususnya tingkat SD di Kabupaten Karimun baik SDN maupun SDS,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Puluhan Petani Karimun Bentuk Koperasi

Ia melajutkannya, untuk triwulan pertama realisasi dana BOS di 121 SDN mencapai Rp 3,685 miliar lebih dan 13 SDS hanya Rp 727.360 juta. Kemudian, pada triwulan kedua ada terjadi peningkatan sebesar 50 persen dari triwulan pertama yaitu SDN Rp 7,350 miliar lebih dan SDS Rp 1,452 miliar lebih. Sedangkan, pada triwulan ketiga dan ke empat sedang dalam tahap proses yang masuk ke masing-masing rekening sekolah dana BOS tersebut.

”Diperkirakan sama dengan triwulan pertama, untuk dana BOS pada triwulan tiga dan empat. Dilihat dari masing-masing sekolah yang telah mengimput data anggaran BOS, akan disinkronisasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Artinya, apabila pengimputan data telat dari sekolah maka proses pencairan juga akan terlambat,” terangnya.

Baca Juga :  Pekerja Minta Kejelasan PT KDH

Sedangkan di tahun 2016 besaran dana BOS untuk tingkat SD dan SMP cukup besar yang mencapai Rp 33,5 miliar lebih.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here