Rebut KM Sabuk Nusantara dengan Pendekatan

0
766
KAPAL: Inilah salah satu KM Sabuk Nusantara yang dibangun Kementerian Perhubungan di Batam dan sudah rampung. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pendekatan dan hubungan baik diharapkan bisa membantu Kepri untuk mendapatkan satu unit kapal tambahan KM Sabuk Nusantara tahun 2018 nanti. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Bay M Hasani sudah memberi peringatan bahwa Kepri tidak akan kebagian KM Sabuk Nusantara tahun depan apabila tak ada lobi-lobi ke pusat. Anggota Komisi III DPRD Kepri, Asep Nurdin mengatakan, harapan almarhum HM Sani mantan Gubernur Kepri untuk mendapatkan tambahan kapal di Kepri tahun depan harus bisa diwujudkan.

Karena itu, DPRD Kepri dan Pemprov Kepri harus kerja sama untuk melakukan pendekatan jangan sampai Kepri tak kebagian KM Sabuk Nusantara tahun depan. Secara personal, kata Asep Nurdin, dirinya kenal dengan Bay M Hasani karena satu angkatan di sekolah perkapalan puluhan tahun silam. ”Kalau kenal sudah pasti, Pak Bay itu seangkatan dengan saya dulu sama-sama sekolah perkapalan,” jelasnya kemarin.

Namun, kata dia, Bay M Hasani memiliki hubungan yang dekat dengan Kepri lantaran puluhan tahun bertugas di Kepri sebagai Kepala Pelra (Pelabuhan Rakyat) Tanjungpinang. Kemudian Kakanpel Sribayintan Kijang, Bintan. ”Mungkin ada juga 20 tahun kerja di Kepri ini. Makanya, banyak orang Kepri kenal dia. Cuman kita harus tetap datang baik-baik menemuinya ke kantornya,” jelas Asep.

Ia yakin, dalam hati kecilnya Bay ingin membantu agar Kepri bisa kebagian kapal itu. Buktinya, Bay menyampaikan bahwa Kepri terancam tak kebagian kapal itu. Artinya, Bay mengirimkan pesan ke Kepri bahwa kapal itu sudah ada dan sudah jadi serta siap dioperasikan tahun depan. Bagaimana dengan Kepri yang tidak datang melobi-lobi pusat untuk mendapatkan kapal itu.

Sementara, pejabat provinsi lain sudah datang untuk melakukan lobi-lobi dan pendekatan agar bisa mendapatkan salah satu kapal itu. ”Besok kami mau rapatkan itu, kapan jadwal keberangkatannya menemui Dirjen Hubla. Kalau meminta, kita datangilah kantor mereka. Orang kita yang butuh,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, sudah mengirim surat permohonan permintaan satu unit KM Sabuk Nusantara itu akan dioperasikan di Kepri. ”Tak cukup surat saja. Kami juga akan menemui Dirjend Hubla sama menteri. Kita akan minta. Kebutuhan kapal di Kepri urgent apalagi kapal perintis (subsidi) seperti ini. Namanya Tol Laut, Kepri ini paling butuh. Kita 96 persen laut,” ungkapnya.

Selama masih hidup, almarhum HM Sani mantan Gubernur Kepri tidak pernah lelah untuk melakukan lobi-lobi ke pusat. Sehingga saat itu sudah dijanjikan bahwa Kepri akan mendapatkan tambahan KM Sabuk Nusantara tahun 2018. Kini, semenjak kepergiannya, kapal itu terancam gagal diterima Kepri. Maka, perjuangan HM Sani selama ini akan sia-sia jika Kepri tak kebagian satu unit KM Sabuk Nusantara tahun depan.

Lobi Presiden atau Wakil Presiden
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah, minta kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun langsung melobi ke Presiden atau Wakil Presiden. Supaya dua KM Sabuk Nusantara yang sudah rampung dibangun Kementerian Perhubungan RI, yakni KM Sabuk Nusantara 112 dan Tol Laut KM Sabuk Nusantara 115 bisa dioperasikan ke Kepri minimal satu unit.

Kapal ini dibangun di PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) Telagapunggur dan bisa dioperasikan tahun 2018. ”Pak Gubernur langsung melobi Pak Presiden atau Pak Wakil Presiden. Saya tahu, Wakil Presiden pasti mau membantu kita. Ia sudah banyak membantu untuk wilayah Timur,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Kata dia, jika Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ingin visi misi-nya unggul di bidang maritim berlangsung sukses, maka dirinya harus mampu merebut tambahan KM Sabuk Nusantara agar dialokasikan ke Kepri. Karena, sudah dua Sabuk Nusantara beroperasi di Perairan Kepri, tapi belum cukup untuk mempersingkat waktu. ”Kalau tak salah, masih 12 hari KM Sabuk Nusantara yang berlayar dari Tanjungpinang keliling di Peraian Kepri,” tegasya.

Kata dia, ia tahu Pak Presiden dan Wakil Presiden, ingin membantun Kepri, tapi pemerintah daerah juga harus menyampaikan langsung. Karena, dua kapal perintis yang dibuat di Batam, kini jadi rebutan untuk wilayah lainnya. ”Tak masalah kalau kita banyak kapal. Memang daerah kita daerah kepulauan. Banyak kapal semakin baik untuk pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Masih kata dia, dengan melalui lobi-lobi langsung ke Presiden atau Wakil Presiden, satu kapal perintis pasti akan dioperasikan di Kepri. ”Langsung lobi ke RI I atau RI 2, jangan langsung ke Pak Menteri Perhubungan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani, minta agar Pemprov Kepri, serius melakukan lobi-lobi. Arena dua kapal perintis, yang dibuat oleh putra putri terbaik di Kepri juga jadi incaran daerah kepulauan lainnya di Indonesia. Ia membeberkan, saat zamannya Gubernur Kepri HM Sani (almarhum), ia (Sani) rutin memantau perkembangan kapal perintis yang dibuat oleh Kemenhub. Dan, rajin mempertanyakan kepada Menteri Perhubungan, apakah kapal yang dibuat di Batam, bisa satu untuk Kepri. ”Perlu dilakukan lobi-lobi tingkat tinggi,” tegasnya. (mas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here