Refleksi 15 Tahun Provinsi Kepulauan Riau

0
1010
Alfiandri

Menjawab Kesejahteraan dalam Pembangunan Maritim

Oleh: Alfiandri
Dosen Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tidak terasa, sudah 15 tahun Provinsi Kepuluan Riau terbentuk. Peristiwa pergerakan sosial politik masyarakat Kepulauan Riau terjawab dengan lahir dan hadirnya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, dan Kepulauan Riau ditetapkan menjadi provinsi ke-32 di Republik Indonesia.

Pada tahun 2017 ini tema HUT Provinsi Kepulauan Riau yakni “Merajut Kebersamaan Membangun Kepri”. Selanjutnya dengan telah 15 tahun usia Provinsi Kepulauan Riau ini, maka romantisme perjuangan harus ditebus dengan mengisi pembangunan Kepulauan Riau dari segala bidang dan berkelanjutan.

Provinsi Kepulauan Riau memiliki Visi Daerah yaitu “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim”. Selain itu ada 9 (sembilan) Misi lain untuk mengaktualisasikan Visi tersebut yakni 1) Mengembangkan Perikehidupan Masyarakat yang Agamis, Demokratis, Berkeadilan, Tertib, Rukun dan Aman di Bawah Payung Budaya Melayu; 2) Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Melalui Pengembangan Infrastruktur Berkualitas dan Merata Serta Meningkatkan Keterhubungan Antar Kabupaten/Kota; 3) Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Ketrampilan dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia Sehingga Memiliki Daya Saing Tinggi; 4) Meningkatkan Derajat Kesehatan, Kesetaraan Gender, Penanganan Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS); 5) Meneruskan Pengembangan Ekonomi Berbasis Maritim, Pariwisata,  Pertanian Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Kesenjangan Antar Wilayah Serta Meningkatkan Ketahanan Pangan; 6) Meningkatkan Iklim Ekonomi Kondusif Bagi Kegiatan Penanaman Modal (investasi) dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; 7) Meneruskan Pengembangan Ekonomi Berbasis Industri dan Perdagangan Dengan Memanfaatkan Bahan Baku Lokal; 8) Meningkatkan Daya Dukung, Kualitas dan Kelestarian Lingkungan Hidup; dan 9) Mengembangkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel, Aparatur Birokrasi yang Profesional, Disiplin Dengan Etos Kerja Tinggi Serta Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang  Berkualitas.

Wilayah Kepulauan Riau adalah negeri yang mana luas laut lebih besar dari luas daratan nya yakni luas laut 96% dan darat hanya 4%, dari pada itu tidak dapat dipungkiri atau pun diingkari, justeru hal ini jika dilihat dalam pesrpektif positif maka merupakan anugerah yang luar biasa nikmatnya Allah Subhanahuwata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan karunia hebat bagi masyarakat Kepulauan Riau. Dengan potensi hebat dan luar biasa itu, yang ada di Kepulauan Riau maka perlu pengelolaan atau penanganan yang serius dan profesional, bukan hanya asal sentuh atau dilakukan secara serampangan.Hiruk dan pikuk lintasan perjalanan Kepulauan Riau jika kita analogikan, maka dapat diibaratkan seperti kapal yang mengarungi diatas lautan samudera yang luas dengan pelbagai tantangan dan cobaan yang akan dihadapi tanpa dapat ditebak atau dikira-kira hanya mengandalkan faktor naturalistik demografi dan geografi Kepulauan Riau semata, namun perlu juga mengedepankan akal sehat yang rasional (common sense) dari sisi lain secara ilmiah dan komprehensif.

Baca Juga :  Jempolmu Harimaumu

Isu gelombang daribadai ekonomi global yang melanda duniatelah menyerang penjuru tanpa batas, dan tanpa terkecuali berdampak kepada negara Indonesia, dan secara eksplisit pula mendera pondasi ekonomi Kepulauan Riau, dilihat denganruntuhnya industri manufakturyang berada di Kepulauan Riau, sehingga saat kini banyakdunia usaha industri yang berguguran dan hengkang dari Kepulauan Riau. Tercatat dalam catatan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau, yang mana dari data Bank Indonesia ditunjukan bahwaperekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I 2017 melambat dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 2,02% (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,24% (yoy). Dengan alasan bahwa dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi dipengaruhi oleh penurunan aktivitas ekspor-impor terutama net ekspor antarprovinsi dan konsumsi pemerintah. Dari sisi penawaran, perlambatan ekonomi disebabkan oleh kontraksi sektor utama yaitu industri pengolahan dan pertambangan, serta melambatnya sektor konstruksi dan perdagangan.

Lalu apa dan bagaimana cara membuka kado ulang tahun dalam Provinsi Kepuluan Riaumenghadapi usia 15 tahun yang jatuh pada tanggal 24 September 2017 ini ?,dimana saat iniada tantangan persoalan yang sedang di dera atas masalah Ekonomi dan Kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau, harus disikapi dan ditangani secara serius, yang notabene juga menjadi bagian isu dalam skema kerja besar dari Visi dan Misi Pemerintah dan Pemerintahan yang dinakhodai oleh Bapak Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepulauan Riau.

Ada beberapa pendekatan yang harus segera dilakukan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau sebagai Kepala Daerah, untuk langsung aksi menyelesaikan persoalan atas komitmen sumpah jabatan sebagai seorang pemimpin yang paling bertanggungjawab atas negeri atau daerah yang ia pimpin, yang telah memasuki usia 15 tahun ini.

Pertama; Gubernur mampu mensinerjikan dan memberikan rasa percaya (trust) seluruh pemangku kepentingan, baik di seluruh lembaga yang ada dari eksekutif, legislatif, masyakarat, pihak pengusaha, dan perguruan tinggi sebagai komponen utama yang ada di Kepulauan Riau. Menghilangkan friksi atau pun perbedaan pandangan yang tajam atas segala perspektif dalam membangun Kepulauan Riau secara negatif, karena akan memiliki resiko in-efektif dan in-efisien dalam roda penyeleggaraan pembangunan daerah, yang secara prinsip bertentangan dengan konsep manajemen pembangunan.Karena perlu dipahami bahwa manajemen pembangunan menurut Randy R. Wrihatnolo dan Riant Nugroho Dwidjowijoto menyatakan dalam buku nya Manajemen Pembangunan Indonesia bahwa makna pembangunan harus dipahami dalam makna manajemen sebagai sebuah proses value creation yang berkesinambungan, apa pun alasannya, siapa pun pemerintahnya, bagaimana pun tantangannya. Maka isu pokok nya bukan the struggle for power, melainkan bagaimana mengoptimalkan aset yang ada; bagaimana menciptakan sebuah kontinuitas kemajuan dalam pembangunan.

Baca Juga :  Desa Berakit Rawan Malaria

Kedua; Pembangunan Kepulauan Riau harus berjalan dan berkelanjutan, tidak boleh ada diri pribadi yang merasa paling bisa atau paling hebat dari segala hal dalam membangun Kepulauan Riau, Gubernur jangan merasa diri nya yang paling berhak menyelesaikan masalah pembangunan, karena kalau hanya mengandalkan one man show, maka yakin dan percaya bahwa pembangunan bukan hanya terhambat, bahkan mungkin gagal atau hancur atas pembangunan itu sendiri, sehingga masyarakat yang terkena dampak buruk nya.

Diperlukan pendistribusian pekerjaan dalam pembangunan, karena dalam buku yang sama, Randy R. Wrihatnolo dan Riant Nugroho Dwidjowijoto mengatakan bahwapembangunan secara sederhana diartikan sebagai suatu perubahan tingkat kesejahteraan secara terstruktur dan alami. Perubahan alami adalah perubahan yang melembaga dalam bangun sosial sekelompok manusia.

Ketiga; Pembangunan di wilayah Kepulauan Riau harus mengedepankan prinsip karakteristik daerah, baik secara geografis ataupun tipologis, maka secara sederhana dalam membangun Kepulauan Riau yang berciri khas wilayah Kepulauan, pendekatan maritim harus dimaknai secara jelas dan terukur. Dr. Marsetio dalam buku Sea Power Indonesia mengatakan Kepemimpinan Maritim berusaha mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa dengan mengembangkan kemampuan nasional yang mampu mendayagunakan laut, sumber daya laut dan lingkungan laut serta pulau-pulaunya secara optimal, termasuk ruang udara diatasnya. Kepulauan Riau yang unggul di bidang maritim, maka dengan bervisi maritim seyogya-nya lah dalam menjalankan fungsi pemimpin dan kepemimpinan, maka Bapak Dr. Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepulauan Riau, yang menurut hemat saya bahwa Bapak Gubernur harus dapat sejalan dari pemikiran Bapak Dr. Marsetio yang juga mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Republik Indonesia, yang menyatakan bahwa dengan bervisi maritim maka kepemimpinan nasional, khususnya Gubernur Kepulauan Riau diharapkan dapat mempercepat laju pencapaian dari bagian kejayaan bangsa Indonesia. Kepemimpinan maritim sebagai karakter pemerintah merupakan model kepemimpinan dengan analogi kehidupan seorang komandan kapal yang tegah mengarungi samudera luas (strong naval leadership). Dan kepemimpinan visioner seperti ini juga bersifat adaptif (adaptive leadership) terhadap berbagai dinamika yang berasal dari intenal dan eksternal organisasi sekaligus mampu membangun inter connectivity networks.

Baca Juga :  Wan, Pada Wan Empuk dan Wan Malini

Keempat; Kado ulang tahun Provinsi Kepulauan Riau yang ke-15 ini harus diisi dengan bertambah dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, maka pemimpin daerah Kepulauan Riau (baik yang dieksekutif maupun dilegislatif) harus konsisten dan amanah untuk menambah jumlah angka lapangan pekerjaan, peningkatan angka melek huruf dan masyarakat yang mengecap dunia pendidikan, baik dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi, serta menjamin kualitas kesehatan masyarakat. Pemerintah bersama masyarakat Kepulauan Riau secara aktif dan bermitra dengan dunia usaha serta perguruan tinggi mendisain pemanfaatan potensi laut menjadi kekuatan kewirausahaan yang tangguh, dengan membentuk mental dan nilai etos sebagai wirausaha sukses di Kepulauan Riau hingga kepenjuru dunia.

Dan terakhir, sebagai harapan di hari ulang tahun ke-15 Provinsi Kepulauan Riau, maka Konsistensi dalam percepatan pembangunan di Kepulauan Riau seyogya-nya dapat menggerakkan potensi daerah secara profesional dan meletakan pengelolaan daerah secara bijak berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal serta dilakukan oleh orang-orang yang mengerti dan memahami secara ahli di bidang dalam mengelola potensi maritim Kepulauan Riau. Kesemua aktivitas pembangunan harus terencana dengan baik, dimulai dari aspek kelembagaan dan proses serta sumberdaya yang dimiliki, dengan berupaya secara terus menerus dengan simultan terhadap pengembangan dunia usaha secara kreatif dan inovatif dan terkendali sejak hulu hingga hilir, dengan tetap mengedepankan kepastian dalam segenap usaha pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepri guna untuk kesejahteraan yang nyata.

Pengelolaan potensi maritim daerah Kepulauan Riau seyogyanya memperhatikan aspek secara holistik. Namun, perlu diperhatikan bahwa kebijakan pemerintah daerah harus sepenuhnya sesuai analisa kebutuhan masyakarat. Contohnya perlu keterlibatan Pemerintah Daerah di Kepri untuk menopang penyertaan modal dan usaha transportasi, baik darat, udara, lebih lagi angkutan moda laut dengan kapasitas yang lebih besar. bahkan yang berkenaan dengan penyertaan modal pada aspek kemaritiman dalam makna sederhana sangat diperlukan. Namun harus jelas atas pengelolaan kepelabuhanan atau usaha turunannya yang berani dan terukur sebagai peningkatan pendapatan asli daerah.

Dan dilanjutkan serta diperluas usaha-usaha yang terkait dengan usaha perairan laut dan potensi di dalam maupun di atas permukaan laut. Semoga Kepulauan Riau menjadi negeri yang Baldatun Toyibbatun Warrabun Ghofur, Insya Allah, Amin Ya Rabbal’alamin.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here