Regulasi dan Birokrasi Jangan Mengganggu

0
253
FOTO bersama usai seminar Kepri Syariah dan Halal Festival (Syahfest) 2019 yang digelar oleh Bank Indonesia Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Sabtu (20/7). f-istimewa/humas bp batam

Batam Potensial Kembangkan Ekonomi Syariah

Pengembangan ekonomi keuangan berbasis syariah merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Batam sangat memiliki peluang besar dalam pengembangan produk halal berbasis syariah.

BATAM – Namun pengembangan produk syariah halalan thayyiban berbasis Informasi dan Teknologi (IT) akan menghadapi tantangan. Sehingga perlu langkah antisipasi.

Hal itu disampaikan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady saat seminar Kepri Syahfest 2019, Sabtu (20/7) di Engku Putri, Batam Centre.

”Produk halalan thayyiban ini sangat baik untuk menggugah kreatifitas dan inovasi industri syariah. Hal ini didukung oleh keunggulan yang komparatif dan kompetitif yang dimiliki oleh Batam,” kata Edy saat seminar yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri.

Hanya saja, dalam pengembangan produk syariah halalan thayyiban berbasis Informasi dan Teknologi (IT) akan menghadapi dua tantangan.

Pertama, Berbasis IT pada light touch (sentuhan langsung) yang merupakan regulasi dan birokrasi yang tidak perlu banyak mengganggu. Kedua, tidak perlu invisible authority (otoritas yang tidak terlihat) bebas tanpa mengalami gangguan dari pihak lain.

Baca Juga :  Siswa SMP Maitreyawira Dibekali Materi Wasbang

”Produk halalan thayyiban diperlukan ekosistem yang baik. Tantangannya adalah membangun light touch artinya regulasi dan birokrasi jangan terlalu banyak mengganggu selanjutnya no invisible authority atau peraturan yang mengganggu. Kedua itu namanya ekosistem berbasis syariah dan Batam punya potensi besar untuk produk itu,” beber Edy Putra.

Hal itu menurutnya akan menunjukan semakin banyak usaha berbasis syariah dan mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi baru dan wiraswasta serta wadah pemberdayaan komunitas dan individu.

Ini dapat dicapai melalui penguatan nilai halal dengan mengembangkan ekosistem dari berbagai tingkat bisnis seperti di bidang fashion syar’i, makanan halal, wisata halal, ekonomi kreatif, halal industri logistik dan energi terbarukan dimana peluang ekonomi tersebut sejalan dengan pengembangan Batam saat ini dan kedepannya.

”Peran serta BI Kepri dan seluruh elemen di Kota Batam, BP Batam akan terus berkomitmen dan mendukung penuh langkah-langkah strategis dalam upaya mendorong pertumbuhan produk halal berbasis keuangan syariah khususnya Kepri yang berkelanjutan (sustainable) di tahun 2019 ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tahanan Kabur, Berhasil Ditangkap di Sei Jang

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Fadjar Majardi menyampaikan, pihaknya meningkatkan peran kepada para pelaku ekonomi baru dalam mendukung upaya perbaikan ekonomi.

”Pengembangan ekonomi syariah, UMKM, maupun industri halal sebagai suatu ekosistem yang utuh dalam local halal value chain (rantai nilai halal daerah) dengan memanfaatkan kearifan lokal merupakan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi syariah di Batam,” ujar Fadjar.

Dibeberkan, berdasarkan Global Islamic Report 2018/2019, Indonesia masih menduduki rangking ke-10, dengan skor yang jauh tertinggal dari negara tetangga kita Malaysia yang menduduki rangking pertama.

Hal ini menjadi tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi produk halal dari produksi dalam negeri, dan bahkan terus dikembangkan untuk memanfaatkan pasar di luar negeri.

Baca Juga :  41 Warga Keracunan Diduga Usai Makan Mie

”Karena itu, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia harus terus dikembangkan dan dijadikan peluang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” bebernya.

Pada Syahfest 2019 ini digelar kegiatan exhibition halal bazaar, needs matching, sharia economic forum, perlombaan, dan spesial event.

Kegiatan berjalan dengan pameran gelaran produk dan jasa halal berbagai komoditas seperti food, fashion tourism dan integrated farming, serta produk industri jasa keuangan.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pertemuan antara 27 Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WUBI) dengan 12 potensial buyers dari Johor dan Singapura yang bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura.

Selain itu, akan dilakukan needs matching dengan pemberi sedekah dengan masjid yang memerlukan donasi melalui launching QR Amal, yaitu QR code untuk mempermudah sedekah secara digital.(MARTUA BUTAR BUTAR)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here