Warga Padati Lokasi Reka Ulang Pembunuhan Janda Tini

0
878
Reka Ulang Pembunuhan Tini Disaksikan Warga

TANJUNGPINANG – Reka ulang pembunuhan janda Supartini yang dilakukan tersangka Nasrun disaksikan banyak warga, Jumat (3/8).

Mulai dari awal perjumpaan di Jalan Bakar Batu menuju Kebun di Jalan Ganet Batu 12 hingga ke Jembatan Wacopek tempat Tini begitu sapaan akrab Supartini dibuang.

Para masyarakat yang melintas pun tampak memadati ruas jalan untuk melihat adegan pembunuhan janda anak satu yang sempat menghebohkan warga Tanjungpinang.

Tersangka Nasrun msmperagakan saat membungkus korban Supartini dengan karung hingga sebatas pinggang.

Tersangka mengangkat korban dengan memegang karung dan membawa ke mobil. Di dalam mobil tersangka sudah mengalas lantai mobil dengan bantal.

Baca Juga :  Investor Jepang Lirik Perikanan di Natuna

“Saya angkat karung dan memasukkan ke dalam mobil,” katanya dalam reka adegan yang dilaksanakan.

Setelah korban di dalam mobil, tersangka pergi mengambil batu yang digunakan untuk pemberat. Agar karung tidak terbuka tersangka mengikat kaki korban dikarung dengan tali rafia.

“Abis itu tutup mobil dan membuang kayu terlebih dahulu,” sebutnya.

Selanjutnya, tersangka membuang sendal korban ke semak-semak kebun dengan tempat terpisah. Sementara handphone milik korban menyimpan dibagian kantong kiri.

Usai membunuh dan membungkus korban tersangka pergi untuk membuang korban Suartini.

Baca Juga :  Beraksi di Bandara-Pelabuhan Internasional

Kasat Reskrim Polres Tanjungpiang, AKP Dwihatmoko mengatakan, korban dipukul menggunakan kayu di kepala bagian belakang dan depan.

“Berdasarkan hasil otopsi, itu yang paling keras mengakibatkan korban jatuh tidak berdaya” katanya.

Ia menyebutkan, usai korban jatuh, pelaku masih memukul kepala korban dibelakang tiga kali depan tiga kali. “Baru dimasukkan di dalam karung,” sebutnya.

Lanjutnya, korban dan tersangka berada di TKP hanya sekitar 30 menit. Diduga korban meninggal dalam perjalanan pembuangan di jembatan Dompak Sei Wacopek.

“Kami menduga waktu perjalanan karena hasil visum korban meninggal bukan akibat tenggelam,” jelasnya.

Baca Juga :  TPID Tanjungpinang Terbaik Indonesia

Menurutnya, dari keterangan tersangka membawa korban ke kebun agar tidak ada orang melihat dan mendengar.

“Tersangka ini sudah mengetahui kalau di TKP sudah ada kayu, batu dan karung,” ujarnya.

Dalam rekontruksi dihadiri pihak jaksa dari Kejaksaan Negeri dan pengacara tersangka.(ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here