Rekam Data KTP-el Dilakukan di Pulau

0
884
DATA AKTA LAHIR: Abbas menunjukkan data anak yang sudah memiliki akta lahir di Kepri.f-tunas/tanjungpinang pos

Disdukcapil Lingga Jemput Bola ke Hinterland

Biaya yang cukup besar membuat warga pulau berpikir untuk merekam data kependudukan. Sehingga, banyak warga belum memiliki KTP-el, Kartu Keluarga (KK) dan akta lahir.

LINGGA – SETELAH mempelajari kenapa banyak warga yang tidak merekam data-datanya, akhirnya Pemkab Lingga melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan jemput bola. Pihak Disdukcapil membawa semua peralatan ke kampung-kampung warga dan melakukan perekaman data penduduk di tempat tinggalnya.
Hal ini disaksikan sendiri Abbas, Kasi Pencatatan Sipil Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri ke salah satu desa di Lingga, pekan lalu.

Dari Dabo, petugas harus naik feri ke Desa Cempa dan butuh waktu sekitar 2-3 jam. Kemudian, dari Desa Cempa mereka naik speadboat ke desa-desa dengan waktu sekitar 1 jam. ”Kalau perjalanan sekitar 3-4 jam tergantung cuaca di laut. Namun, perkiraan mereka, apabila warga yang datang sendiri, butuh biaya sekitar Rp 2 juta pulang pergi (PP),” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos di ruang kerja, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Tugboat Tabrakan Dengan Tanker

Itu baru untuk perekaman data. Belum lagi untuk mengambil KTP, KK, Akta lahir yang sudah siap. Warga harus turun lagi untuk menjemputnya. ”Kalau ada data yang salah dan harus diperbaiki, mereka harus turun lagi. Biaya lagi. Bayangkan betapa sulitnya masyarakat pulau untuk mendapatkan identitasnya,” bebernya.

Untuk mengurangi beban masyarakat, maka petugas dari Pemkab Bintan yang turun. Bahkan, KTP dan KK yang sudah siap tak perlu dijemput, langsung diantar petugas.
Ini satu kebijakan yang sangat membantu masyarakat. Selain hemat biaya, warga juga terbantu karena sudah memiliki identitas sendiri. Hal seperti ini sudah mereka lakukan sejak Februari lalu. Sudah lima bulan berjalan. Sudah banyak perkampungan penduduk yang didatangi petugas Disdukcapil Bintan. ”Kebetulan Pak Kadis diundang dalam acara sosialisasi, karena pak kadis tugas luar saya yang diutus. Saat itulah saya turun ke sana bersama petugas Disdukcapil Lingga. Salut untuk mereka. Pelayanannya sangat bagus sampai turun ke kampung-kampung,” jelasnya.

Petugas yang datang ke kampung 14 orang dan langsung membawa tiga bidang yakni, bidang pendaftaran penduduk (dakduk) yang mengurusi KK dan KTP-el. Kemudian bidang Pencatatan Sipil yang mengurusi akta lahir, akta kematian dan akta cerai. Serta bidang Pengelola Informasi Kependudukan (PIK). Karena niat masyarakat untuk mengurus identitas dan berkas penting lainnya cukup tinggi, petugas bahkan bekerja sampai pukul 22.00.

Baca Juga :  Ingin Sekretariat PPTMA Tetap di Lingga

Mereka sengaja membawa tiga bidang petugas agar masyarakat sekaligus merekam data untuk KTP-el, mengurus KK, akta lahir anak, akta kematian atau akta cerai bagi yang sudah cerai. ”Ini pola kerja yang sangat bagus. Saya lihat warga datang dari mana-mana untuk mengurus KTP dan segala macamnya,” katanya cukup senang menceritakan semua ini.

Berdasarkan data dari (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Hingga 31 Desember 2016, terdata sekitar 141.407 orang anak di 7 kabupaten/kota di Kepri belum memiliki akta kelahiran dari 614.931 anak berusia 0-17 tahun kurang 1 hari. Dari data itu, sekitar 473.524 anak sudah memiliki akta kelahiran atau 77 persen dan 23 persen anak belum memiliki akta lahir. Anak yang sudah memiliki akte lahir di Lingga sekitar 23.265 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 5.721 orang atau 80,26 persen.

Baca Juga :  Tim Hiu Perkasa Berangkat Menuju Event Selat Sunda

Dengan pelayanan jemput bola seperti ini, maka Lingga kemungkinan besar sudah bisa menjalankan program Kartu Identitas Anak (KIA) tahun 2018 nanti. Syarat penerapan KIA adalah, jumlah anak di daerah itu yang sudah memiliki akta lahir 85 persen. Anak yang sudah memiliki akte lahir di Karimun sekitar 46.566 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 26.873 orang atau 63,41 persen. Anak-anak yang sudah memiliki akte lahir di Natuna sekitar 22.844 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 3.559 orang atau 86,52 persen. Anak yang sudah memiliki akte lahir di Anambas sekitar 12.801 orang dan yang belum memiliki akta kelahiran sebanyak 2.717 orang.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here