Rekrut Karyawan Berujung Pemukulan

0
902
PELAMAR kerja saat mengikuti rapat setelah terjadi insiden pemukulan oleh pihak panitia perekrutan dari PT Shaftindo Energy-Medco.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Ratusan pelamar PT Shaftindo Energy-Medco melakukan protes terhadap panitia penerimaan karyawan yang melaksanakan perekrutan. Prosesnya penerimaannya tertutup dan tidak transparan.

ANAMBAS – Presiden Direktur Shaftindo untuk proyek perbaikan Pelabuhan Jetty Matak Budi Hartono meminta maaf, atas ketidaknyamanan dalam proses rekrutmen karyawan dalam pengerjaan proyek pelabuhan di Palmatak.

”Kami berjanji ke depannya akan memperbaiki prosedur penerimaan karyawan, dan tentu hal itu menyesuaikan aturan yang berlaku,” jelas Budi Hartono, Kamis (18/1).

Budi juga menambahkan, penerimaan karyawan akan lebih diutamakan putra-putri daerah setempat yakni Kecamatan Palmatak.

Baca Juga :  Pemkab Resmi Buka Seleksi CPNS

”Kekurangan lainnya akan diperbaiki lebih lanjut untuk keberhasilan dan kesuksesan masa depan dengan saling merangkul antara perusahaan dan warga setempat,” katanya.

Sementara, General Manager PT Shaftindo Energy-Medco Masymur mengatakan, jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 20 orang dengan jadwal pada 22 Januari seleksi administrasi dan 25 Januari tes tertulis. Lalu, pada 26 Januari pengumuman hasil seleksi administrasi dan tes tertulis.

”Kemudian 28 Januari interview, dan dilanjutkan pada 30 Januari pengumuman hasil interview serta 1 Februari medical check up. Kami melihat masyarakat sangat antusias terhadap rekrutmen ini, maka jumlah rekrutmen karyawan kami rubah menjadi 30 orang,” sebut Masymur.

Baca Juga :  Ngaku Kacabjari, Minta Uang Ke Kades

Sedangkan, korban dari protes itu sejumlah orang perwakilan dari masyarakat mengalami penganiyaan oleh oknum panitia. Dua orang yang dipukul yakni Sahtiar, selaku Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Al Amin. Sementara, pelaku pemukulan sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Palmatak Kabupaten Anambas.

”Benar saya dipukul dari pak oknum panitia PT Shaftindo Energy-Medco, saat melakukan protes pelamar terhadap panitia, Rabu (17/1) malam tadi,” ujar Sahtiar yang menjadi korban pemukulan, Kamis (18/1) ketika dihubungi.

Sahtiar mengaku tidak terima, dengan aksi pemukulan tersebut. Bahkan dia akan segera melakukan Laporan ke Polsek Matak. ”Sudah dilakukan BAP di Polsek Matak, dan kita serahkan ke pihak berwenang yang menindak lanjutinya,” tutupnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here