Remaja Mesti Bijak Berteknologi

0
707
Ilham Febri Yandi

Oleh: Ilham Febri Yandi
Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris, STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang

Remaja adalah calon pemuda yang akan mengubah masa depan. Pemuda atau remaja di zaman sekarang ini mesti bisa menghadapi problematik globalisasi dan mengikuti perkembangan teknologi yang bisa berpengaruh pada peradaban. Sukarno pernah berkata “beri aku 10 pemuda maka akan aku goncang dunia”. Ini menandakan peran pemuda sudah sangat dominan sejak jalan perjuangan dan era kemerdekaan bahkan jauh dari jaman-jaman itu.

Problem para remaja di zaman sekarang ini, banyak sekali yang membuat para remaja terpengaruh dengan arus perkembangan zaman. Banyak yang larut dalam asmara, gaya hidup dan juga waktu bermain yang berlebihan. Padahal, masa muda adalah masa terbaik untuk mengukir prestas.

Di era milinial ini, hasutan dan tantang makin berat. Para remaja yang baru beradaptasi dengan hal berbau teknologi banyak yang larut dalam buaian teknologi. Kalau saja tidak pandai-pandai memilah, tentu bisa menjadi korban teknoogi itu sendiri. Padahal teknologi itu diciptakan untuk memeprmudah rutinitas sehari-hari kita, bukan justru kita yang harus larut dalam teknologi. Pemuda harus mampu menyeimbangkan kepentingan dengan teknologi.

Banyak remaja justru salah dalam memanfaatkan teknologi. Sistem-sistem yang tidak layak dalam aplikasi teknologi malah digunakan. Ini juga merusak pergaulan. Salah satu pemicunya karena kurangnya pengetahuan terhadap mana yang benar dan yang salah. Selain itu kurang bijak dalam berteknologi. banyak remaja yang bertindak tanpa berpikir seolah-olah perbuatan mereka itu benar dihadapan publik. Ini juga menjadi salah satu penyebab yang berdampak pada terjerumus remaja ke hal-hal yang negatif. Teknologi juga bisa menyebabkan remaja salah dalam bergaul.

Banyak faktor yang membuat remaja salah kaprah dalam berteknologi. Lemahnya peran orang tua dalam mengawasi anak menjadi faktor dominan. Kasih sayang ibu sangat dibutuhkan bagi setiap orang terlebih saat-saat masa pertumbuhan. Demikian juga bagi remaja. Akibatnya banyak yang larut menggunakan teknologi, termasuk dalam memilih komunitas pertemanan dan kenalan yang didukung oleh sarana teknologi.

Banyak remaja mencari tempat kesenanagan yang mereka anggap menyeanngkan untuk membuang suntuk. Diantaranya dengan membentuk komunitas game yang tersedia di aplikasi teknologi komunikasi. Belum lagi masing-masing membetuk grub-grub dalam berkomunikasi tanpa ada yang mengawasi komuniasi mereka.

Jejaring sosial di sarana teknologi komunikasi juga tidak kalah besar perannya dalam membuat remaja larut hingga masa remaja yang mestinya diisi dengan hal yang bermanfaat malah digunakan dengan kegiatan yang lebih banyak mudaratnya.

Selain karena lemahnya peran orang tua dalam mengawasi anaknya, lemahnya pengawasan Peraturan Daerah tentang jam malam juga membuat aktivitas remaja semakin sulit untuk dikontrol. Di berbagai daerah, dengan mudah kita bisa melihat kelompok remaja nongkrong, padahal pada Peraturan Daerah tentang Jam Malam, mereka diwajibkan untuk berada di rumah.

Ini juga mempengaruhi tingginya tingkat kriminalitas baik remaja menjadi pelakunya maupun menjadi korban. Selain besarnya kemungkinan terjadi perkelahian dan mabuk-mabukan, juga membuat fenomena aktivitas balap liar makin kerap terjadi. Meski sudah banyak merenggut korban jiwa, namun balap liar masih marak terjadi, terlebih lagi di malam-malam libur sekolah. Karena pergaulan yang sudah di luar batas juga membuat banyak anak-anak usia sekolah yang harus dinikahkan karena hamil. Ini jumlahnya sangat tinggi dan bisa diketahui dari rekomendasi pernikahan yang dikeluarkan oleh sejumlah Pengadilan Agama di Kepri sebagai dasar Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menikahkan anak di bawah umur.

Masa remaja merupakan masanya dimana para remaja selalu ingin menunjukan eksistensi dirinya di mata rekan-remannya. Termasuk dalam melakukan hal yang salah. Tentu ini ada kaitannya dengan teknologi yang mempengaruhi remaja lebih mudah mengakses budaya-budaya asing, dan juga kurang cocok bagi budaya kita.

Tanpa kita sadari nilai moral para remaja menjadi menurun drastis. Terlibat pergaulan bebas, mabuk-mabukan, balap liar, melakukan tindak kriminal, bahkan beberapa waktu lalu ada remaja yang terjebak dan diduga masuk Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). Itupun terungkap setelah ada petugas melakukan sweeping di hotel.

Kondisi ini sudah mendesak bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan peraturan daerah, khususnya tentang jam malam bagi anak usia sekolah, serta dibutuhkan ketegasan aparat hukum dalam mencegah dan menindak balap liar, serta peran orang tua untuk membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan remaja. Upaya penyelamatan generasi muda harus dilakukan secara masif karena tigkah laku generasi muda saat ini adalah gambaran generasi mendatang karena mereka merupakan penerus generasi bangsa. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here