Rendah Kolesterol, Tinggi Protein

0
335
Seorang anak melihat ayam herbal probiotik milik Pak Sidiq, Kamis (4/10) kemarin. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Permintaan Naik, Sidiq Beternak Ayam Herbal Probiotik

Warga Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri, cenderung konsumtif. Momen ini dimanfaatkan Pak Sidiq membuka usaha ternak ayam herbal. Keuntungannya, ayam jenis herbal ini rendah kolesterol, tapi tinggi protein. Mau beli? Tinggal hubungi Pak Sidiq.

TANJUNGPINANG – Pinggiran jalan di Kota Tanjungpinang selalu ramai menjual pelbagai jenis kuliner, ketika malam hari. Mulai dari warung ayam bakar, ayam goreng, pecel lele sampai dengan mobil yang dimodifikasi untuk menjual burger, ada di Tanjungpinang.

Tak terkecuali pada siang hari, beberapa ruko dijadikan usaha kedai kopi. Meski banyak yang buka usaha, pengunjung tak pernah sepi.

Kondisi ini pun terlihat di Batu Tujuh Atas Kota Tanjungpinang menuju TCC dan arah ke Pulau Dompak, Kamis (4/10) pagi kemarin.

Sekitar 400 meter setelah melewati TCC atau mall Matahari, di sebelah kanan jalan terdapat deretan ruko dan lorong jalan kecil. Di lorong jalan ini tertulis kos-kosan As-Sidiq.

Tak perlu waktu lama menelusuri lorong jalan itu, wartawan Tanjungpinang Pos bertemu dengan Pak Sidiq. Sosok ini merupakan seorang peternak ayam herbal probiotik. Usaha ini dikembangkan Pak Sidiq, karena tingkat konsumsi daging ayam broiler di Kota Tanjungpinang, tak pernah turun.

Tentu lah, tak sedikit keuntungan yang didapatkan Pak Sidiq. Tapi, si pembeli (konsumen) ayam herbal probiotik yang diusahakan Pak Sidiq pun mendapatkan keuntungan yang setimpal.

Ayam herbal probiotik adalah ayam broiler yang diternak secara alami. Namun, pakannya berasal dari pabrik. Hanya saja, perlakuan pakan terhadap ayam diberikan minuman dari jamu herbal probiotik yang diekstrak dari jahe, kunyit, temulawak, madu, kencur, serai dan herbal lainnya.

Dengan tambahan jamu herbal probiotik, akan membuat proses pencernaan ayam lebih baik, dan ayam tidak mudah stres. Sehingga lemak, lendir dan minyak alami ayam lebih sedikit dibandingkan dengan ayam biasa.

”Keuntungannya, kadar kolesterol ayam herbal probiotik ini lebih rendah, dan proteinnya lebih tinggi,” kata Pak Sidiq, kemarin.

Dalam pemeliharaan ternak dengan metode herbal probiotik, ayam tidak di vaksin (ND, Gumboro) maupun jenis lainnya. Kemudian, ayam tidak diberikan antibiotik (Vita chick, Vita Strong, Vita Stres). ”Mau tahu apa saja keunggulan ayam herbal ini,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa ayam herbal probiotik diternak secara alami herbal, daging lebih kenyal, tidak amis, rendah kolesterol, tinggi protein, dan halal. Pak Sidiq mengungkapkan, ia memelihara ayam probiotik ini sekitar setahun lalu. Awalnya hanya 50 ekor, menjadi 100 ekor, 200 ekor.

”Sekarang, alhamdulillah sudah ada sekitar 500-an ekor ayam. Kandangnya saya bangun di belakang rumah,” jelasnya.

Pak Sidiq menyebutkan, ayam herbal probiotik dipanen sebulan sekali. Dalam masa sebulan ini, berat satu ekor ayam yang siap dijual dan dikonsumsi konsumen itu rata-rata sekitar 1,5 kilogram sampai dengan 1,8 kilogram.

Untuk penjualan, dibanderol Rp45 ribu per kilogram. Harga jual ini mahal dibandingkan di pasaran, karena kondisi ayam sudah bersih tanpa kepala, hati dan jeroan.

Untuk proses penjualannya, Pak Sidik melayani jasa antar ke alamat pembeli, gratis ongkos kirim. Tapi, maksimalnya sampai batu 10. Itu pun, minimal membeli 2 kilogram. Kalau mau beli, juga bisa datang langsung ke kandang.

Bagi yang ingin berbisnis ayam herbal probiotik, Pak Sidiq sedang mencari mitra, dengan cara kerja sama bagi hasil. Bahkan, Pak Sidiq siap bekerja sama dengan hotel, restoran, rumah makan, rumah sakit dalam mensuplai ayam herbal probiotik ini.

”Saat panen kami juga menyuplai ayam herbal probiotik ke rumah makan ayam gobyos, yang berada di Batu 8 Atas. Nah, bagi yang berminat dan doyan ayam, bisa menghubungi hape sekaligus WA saya, nomornya 085278718080,” sebut Pak Sidiq. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here