Resonansi Hang Tuah dalam Puisi

0
943
Para penyair yang datang dari berbagai daerah dan luar negeri sedang melakukan registrasi di meja panitia.f-fatih/tanjungpinang pos

BINTAN – Kewiraan Laksamana Hang Tuah menjadi resonansi dari setiap puisi yang dibacakan pada malam pembukaan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) di Kompleks Purna MTQ Teluk Bakau, Kamis (29/11) kemarin.

Sedari mula helatan sastra ini digagas, memang ingin kembali mengangkat riwayat hero Melayu ini ke permukaan, dan menjadi lebih spesial lagi karena medium yang dijadikan adalah puisi.

”Dan ternyata ide ini disambut baik dan diolah secara kreatif oleh para penyair di Indonesia dan luar negeri,” kata penggagas FSIGB, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi kemarin. Ada lebih dari 1.000 puisi tentang Hang Tuah masuk ke meja dewan kurator. Namun, dari proses kurasi, hanya 131 penyair yang kemudian terpilih untuk dibukukan puisi-puisinya dalam antologi Jazirah.

Baca Juga :  Tinjau Pengamanan Gerak Jalan, Kapolres Ucok Jalan Kaki Sepanjang 17 KM

Nama-nama ini kemudian yang diundang untuk menghadiri festival yang kali pertama diselenggarakan di Bintan ini.

”Saya suka konsep bukunya. Terlihat gagah,” kata Hasan Aspahani, anggota kurator yang telah tiba di Bintan, kemarin.

Buku antologi puisi Jazirah dicetak dengan kaver keras mewah dengan lukisan Gunung Bintan bewarna hitam putih sebagai ilustrasi sampulnya. Lalu ketebalannya pun lumayan.

Tak kurang dari 500 halaman puisi-puisi bertemakan Hang Tuah tercetak di sana. Buku ini dibagikan kepada setiap peserta yang datang dan akan dikirimkan kepada para penyair yang berhalangan datang.

Baca Juga :  Uji Nasionalisme Siswa di Tengah Laut

Sementara itu, dari laporan panitia, sejumlah penyair telah tiba di Tanjungpinang. Ada yang dari Jakarta, Jawa Tengah, Ambon, hingga Malaysia dan Singapura.

Setelah mengikuti rangkaian pembukaan yang disejalankan dengan Anugerah Jembia Emas dan peluncuran antologi Jazirah, Jumat (30/11) hari ini akan dilangsungkan sesi Seminar Sastra Internasional di Hotel Aston.

Ada empat pembicara yang akan mengisi sesi diskusi. Ada Muhammad Haji Salleh dari Malaysia, Maman S Mahayana dari Jakarta, Taufik Ikram Jamil dari Pekanbaru, dan Muhammad Natsir Tahar dari Batam.

Baca Juga :  Lomba Vlog Diskominfo Kepri Jadi Ajang Promosi Daerah

”Saya tidak sabar memandu sesi seminar internasional yang luar biasa konsep acaranya ini,” pungkas Hasan. (tih)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here