Resor di Pulau Elang Menyalahi Aturan

0
334
Pulau bawah: Objek wisata pulau Bawah di kabupaten Kepulauan Anambas akan diusulkan membangun landasan pesawat amfibi. f-dokumen/tanjungpinang pos

ANAMBAS – PT Pulau Bawah diduga tanpa memiliki izin dan melanggar aturan Pemerintah Indonesia dengan melakukan pembangunan di Pulau Elang. Seharusnya pembangunan tersebut hanya di pulau bawah sesuai dengan Izin Prinsipnya.

Namun, pihak PT Pulau Bawah tak mengantongi izin membangun Pulau Elang. Diketahui, PT Pulau Bawah merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nomor perusahaan 156.

Sebagaimana yang tertera dalam izin prinsip penamanan modal, yang bergerak dibidang usaha hotel Bintang tiga dengan jenis Produksi Cottage dan kapasitas 40 unit dengan Nilai Investasi sebesar Rp 21 triliun lebih.

Dengan beroperasinya resort di Pulau Bawah, telah tertera dalam Izin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA) Nomor 2655/I/IP/PMA/2014 tanggal 24 September 2014.

Masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskas Melayu Anambas, mempertanyakan pembangunan yang dilakukan PT Pulau Bawah di Pulau Elang tersebut.

”Setahu saya yang dibeli PT Pulau Bawa itu hanya Pulau Besar saja. Namun, Pulau Elang juga dibangun, tentunya ini sudah menyalahi peraturan dan Undang-Undang negara kita,” kata Muhammad Sani, Ketua Ormas Laskar Melayu Anambas, Selasa (16/5).

Pemerintah daerah diminta segera memastikan, jika memang pembangunan di Pulau Elang menyalahi aturan. Menurutnya, Pulau Elang di miliki seorang investor dan pulau tersebut belum dijual untuk hak kelolanya.

”Karena informasi yang kami terima, Pulau Elang masih ada pemiliknya dan belum di jual,” jelasnya.

Ia menilai, investor tidak boleh semena-mena membangun tanpa mengikuti aturan yang telah ditentukan. Sani juga menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Agraria.

Lahan yang dibeli oleh PMA itu hanya 70 persen saja yang dapat dipergunakan dan 30 persen lainnya adalah milik negara. Selain itu, ia menyayangkan pihak PT Pu lau Bawah akan meresmikan resort kawasan yang dibangun di Pulau Elang tersebut.

”Kita senang ada investasi masuk, dan tentu n ya bermanfaat bagi daerah sepndri. Tetapi aturan tetap aturan,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here