Resor Pulau Bawah Penunjang PAD Terbesar

0
318
SALAH satu kawasan pulau yang indah di Anambas yang dijadikan resor. F-ISTIMEWA

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas Aswandi mengatakan, Resor Pulau Bawah menjadi salah satu penunjang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak.

ANAMBAS – Resor Pulau Bawah beroperasi sejak tanggal 31 Juli 2017 dan setelah diresmikan PAD Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengalami peningkatan. Sebab, terhitung dari bulan September 2017 perusahan tersebut telah membayar pajak secara rutin kepada Pemda Anambas.

Pembayaran pajak dihitung mulai dari pajak restoran, dan kamar hotel dan ditaksir satu tamu hotel dikenakan bayar pajak sekitar Rp 2 juta. Bila dikalikan jumlah tamu yang berkunjung ke resor itu, tentu jumlahnya akan besar yang didapat daerah.

”Resor Pulau Bawah salah satu penunjang PAD bagi Anambas yang lumayan tinggi. Diperkirakan mencapai Rp 2 juta per tamu hotel dikenakan pajak,” ungkap Aswandi, Senin (19/3).

Ketika ditanya tentang data tamu secara terperinci ia tidak bisa menjelaskan. Sebab, Pemda hanya menerima hasil laporan dari pihak manajemen resor itu. Namun, Pemda akan membuat cara tersendiri agar dapat mengetahui berapa jumlah tamu yang berkunjung ke resor tersebut. Pihaknya telah merencanakan, dengan mengirim staf BKD untuk meninjau secara langsung ke resor itu dan itu akan diatur nantinya.

”Saat ini saya tidak bisa jelaskan secara terperinci, karena saya masih berada di luar kota. Perlu diketahui, kita masih percaya atas laporan yang disampaikan pihak manajemen perusahaan itu. Tapi nanti akan diatur, agar pembayaran pajaknya jelas,” terang Aswandi.

Ia menambahkan, pada bulan April 2018 Pemda Anambas akan mengunjungi resor tersebut. Kunjungan itu, tentu akan melalui koordinasi dengan pihak pengelola resor terlebih dahulu.

Ia menyampaikan, nilai pembayaran pajak dari pihak pengelola resor kepada Pemda bervariasi. Pajak itu ada yang bernilai sekitar Rp 20 juta, Rp 30 juta dan pernah juga mencapai Rp 70 juta per bulannya.

”Jika banyak hotel bertaraf Internasional di Anambas, tentu akan mengalami perubahan terhadap ekonomi daerah. Pemda berharap ke depannya, akan ada lebih banyak lagi investor yang ingin berinvestasi modalnya di sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan dari manajemen perusahaan resor di Pulau Bawah Herdi Usman mengatakan, pihaknya masih koorperatif dan taat dalam pembayaran pajak yang diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk jumlah tamu hotel yang berkunjung ke Resor Pulau Bawah, ia tidak tau secara pasti.

Akan tetapi, biasanya para wisatawan yang berminat untuk ingin mengunjungi kesana cukup daftar melalui website Resor Pulau Bawah dan bisa langsung koordinasi dengan bagaian pemasaran hotel.

”Secara terperinci jumlah tamu hotel saya tidak tahu, tapi biasanya tamu, akan mendaftar langsung melalui website Pulau Bawah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bagi para pejabat mulai dari kepala daerah tingkat kabupaten maupun provinsi harus memberi informasi 10 hari sebelum berkunjung ke Pulau Bawah. Hal itu dilakukan untuk mengatur sejumlah fasilitas yang dibutuhkan nantinya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here