Retribusi Parkir Tak Terealisasi

0
1345
Rompi parkir: Riono saat memasangkan rompi parkir kepada salah satu juru parkir di Tanjungpinang.f-andri/tanjungpinang pos

Dishub Belum Terapkan Sistem Stiker

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang menargetkan retribusi parkir senilai Rp 1,3 miliar di 2017 ini. Hanya saja di APBD Perubahan di turunkan menjadi Rp 1,1 miliar. Hal ini diakui Kepala Dishub Tanjungpinang Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (21/11).

Dituturkannya, sampai kini realisasi dari retribusi parkir dengan sistem stiker baru mencapai Rp 1 miliar lebih. Menyadari tidak emncapai Rp 1,3 miliar, maka di APBD Perubahan 2017 diturunkan. Hal ini hampir sama dengan tahun lalu.

Dishub juga memprediksi penerimaan retribusi parkir Rp 1,2 miliar, realisasinya hanya Rp 1,1 miliar. Angka ini naik sekitar Rp 100 juta dibandingkan tahun lalu senilai Rp 1,2 miliar. Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (21/11) menuturkan, sampai dengan Oktober realisasi retribusi parkir sekitar Rp 800 juta atau sekitar 70 persen dari target. Sisanya akan diusahakan di tiga bulan terakhir.

Baca Juga :  Dishub Usulkan Anggaran RP 145 Juta

”Kami targetkan sekitar Rp 1,3 miliar. Ini menggunakan sistem karcis, belum menerapkan sistem stiker bulanan,” ungkapnya.

Ia menuturkan belum menggunakan sistem stiker karena belum memiliki pangsa pasar. Padahal sejak awal sudah diwancanakan Pemko, bahwa pelanggan tetap merupakan ASN.

Bila melihat ketentuan itu, maka skeitar 5.000 sudah membeli stiker bulanan. Meski demikian, berjalan hingga pada Oktober belum terealisasi. Tujuan menggunakan sistem bulanan agar pendapatan retribusi ke daerah lebih besar. ”Kami belum jalankan sampai saat ini, karena butuh mencetak stiker,” paparnya.

Bila dihitung dari target, maka setiap minggu Dishub minimal menerima sekitar Rp 25 juta per minggu. Ini sudah bersih, di luar dari gaji para juru parkir. Para juru parkir menerima gaji 40 persen sedangkan pemda 60 persen dari setiap retribusi.

Baca Juga :  Cegah Maling, Polisi Jaga Pasar Kota Lama

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dari Dishub Kota Tanjungpinang, M Yamin menuturkan. Pendapatan retribusi parkir dari kawasan Bincen dengan 28 titik sekitar Rp 2,5 juta per minggu. ”Setiap hari juru pungut dari Dishub menjemput uang retribusi parkir ke juru parkir kita,” katanya.

Yamin tidak bisa memastikan total jumlah retribusi parkir yang dijemput oleh juru pungut setiap harinya. Karena pendapatan juru parkir tidak bisa sama. Ada pendapatan juru parkir dibawah Rp 50 ribu, dan bisa lebihn dari Rp 50 ribu per hari.

Pendapatan juru parkir, terhitung dari karcis parkir yang sudah disobeknya atau dijual ke pengendara yang parkir ditempat parkir tersebut. ”Dari laku karcis itu, kita baru tau pendapatan juru parkir. Nah, uang itu yang diambil dan diminta oleh juru pungut kita,” ucap dia.

Uang retribusi parkir yang disetor dari juru parkir ke juru pungut, kata dia, tidak bisa langsung dipotong alias diambil komisinya sebesar 40 persen. Bisa diambil komisi 40 persen untuk juru parkir, setelah satu minggu. ”Boleh diambil komisinya 40 persen, setiap hari Jumat. Yang saya tau seperti itu,” terang dia.

Baca Juga :  KPK Diminta Usut Proyek Gurindam 12 Tepilaut

Kalau uang retribusi parkir sudah terkumpul, lanjut dia, baru juru pungut akan setor uang parkir ke bendahara Dishub Kota Tanjungpinang. Setelah itu, bendahara langsung setor uang retribusi tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Tanjungpinang. ”Kalau tidak salah saya alurnya seperti itu,” ucap dia.

Kalau karcis parkir mau habis di tangan juru parkir, maka juru pungut akan kembali memberikan karcis parkir tersebut. Supaya jangan sampai juru parkir tidak memiliki karcis parkir. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here