Ribuan Data Rekaman KTP-el Hilang

0
66
Warga antre untuk melakukan rekaman ulang KTP-el, karena data mereka hilang di server Disdukcapil Tanjungpinang. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

Ribuan data rekam KTP-el milik warga Tanjungpinang hilang. Warga diminta melakukan pengecekan dan perekaman ulang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

TANJUNGPINANG – Kasus hilangnya data rekaman KTP-el diketahui warga, saat warga mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, untuk menayakan, kenapa sudah setahun lebih rekaman tapi KTP-el tidak dicetak-cetak. Juga diketahui saat warga meminta perpanjangan surat keterangan (Suket) pengganti KTP-el di kantor Disdukcapil. Surat keterangan pengganti KTP-el ini hanya berlaku enam bulan dan harus diperpanjang.

Selasa (2/10), masyarakat mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengkomplain ke bagian pelayanan, kenapa data dirinya hilang di selver Disdukcapil.

Padahal, dari awal-awal, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang, Irianto, menjamin data kependudukan tidak bisa hilang, karena di-back up server yang lainnya. Namun, kenyataanya, warga yang sudah memiliki suket penganti KPT-el, tapi KTP-el tidak bisa di cetak, dengan alasan datanya hilang di server.

Pantauan Tanjungpinang Pos di kantor Disdukcapil Tanjungpinagn, kemarin, masyarakat memadati ruang perekaman KTP elektronik, untuk melakukan rekaman ulang. Warga terpaksa melakukan rekaman ulang, karena membutuhkan KTP-el, agar bisa memberikan hak suaranya di pemilu 2019 mendatang. Ada juga karena ingin melakukan tes CPNS yang proses pendaftarnya sudah berlangsung.

Rata-rata warga yang datang membawa Suket yang sudah dikeluarkan oleh Disdukcapil sebagai penganti KTP-el sementara. Suket ini fungsinya sama dengan KTP-el, berlaku untuk mengurus administrasi di bank, sekolah, perguruan dan lain-lainnya. Ada juga warga, sudah melakukan rekaman sejak tahun 2017, tapi hingga kemarin KTP-el tidak bisa dicetak.

Ruslan mengaku tinggal di Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, mengaku kecewa terhadap pemerintah. Ia juga heran, kenapa data warga bisa hilang di server.

”Sudah satu tahun saya pegang suket ini. KTP tidak jadi-jadi. Katanya data saya hilang. Kok bisa hilang,” kata Ruslan saat dijumpai Tanjungpinang Pos di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Selasa (2/10).

Ia membeberkan, karena datanya hilang, ia disuruh kembali melakukan rekaman ulang. ”Saya antre untuk rekam ulang lagi, capek,” ucap dia dengan menunjukkan raut wajah kecewa.

Menurutnya, dengan teknologi berkembang, mestinya Disdukcapil bekerja dengan maksimal dan propesional.

Ia berharap agar data masyarakat benar-benar terjamin dan tidak hilang. Ia juga berharap, petugas di bagian pelayanan benar-benar memberikan pelayanan prima ke masyarakat. Salah satunya, menyimpan data masyarakat dengan baik. ”Kalau seperti ini, sudah menyusahkan masyarakat,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan data masyarakat bisa hilang dikarenakan adanya perubahan sistem digunakan oleh Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Perubahan sistem atas perintah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dulu, Diadukcapil Kota Tanjungpinang menggunakan sistem SIAK V. Otomatis masyarakat yang sudah merekam KTP elektronik tersimpan di sistem SIAK V.

Kemudian, data tersebut sudah ada di selver Kemendagri.

Untuk mendapatkan data masyarakat kembali, petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang perlu mengundang melalui sistem SIAK VII. Karena saat ini, Disdukcapil Kota Tanjungpinang sudah memakai sistem SIAK VII. ”Macam mana mau cepat. Kita punya operator konsolidasi data hanya satu.

Yang kita layani 100 orang. Manalah mampu,” tegas Irianto yang masih berada diluar Kota Tanjungpinang. Ia juga meminta agar masyarakat aktif mengecek ke Disdukcapil, kenapa suketnya belum juga di cetak. (ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here