Ribuan Warga Ikut Doa Tolak Bala

0
163
RIBUAN warga bersama-sama mengikuti doa tolak bala yang merupakan tradisi di Pulau Laut, Selasa (8/10) kemarin. f-hardiansyah/tanjungpinang pos
Ribuan warga di Kecamatan Pulau Laut , beramai-ramai keluar rumah menuju beberapa titik di Pulau Laut, sejak 6 Oktober kemarin. Mereka berjamaah, untuk memanjatkan doa tolak bala bulan Shafar.

NATUNA – ”Di sini (Pulau Laut) sedang berlangsung upacara besar yang dikenal dengan Doa Tolak Bala bulan Shafar. Ribuan orang turun ke tanah lapang, untuk memanjatkan doa dan hari ini merupakan hari puncaknya,” kata Sekcam Pulau Laut, Bambang melalui telepon, Selasa (8/10) malam.

Ia menuturkan, upacara doa bersama ini merupakan tradisi baik yang dilaksanakan setiap tahun secara turun temurun sejak dahulu kala.

Warga laki-laki dan perempuan, tanpa batas usia ikut terlibat dalam upacara itu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya, untuk menghindarkan diri, masyarakat dan daerah dari setiap bala yang berkemungkinan terjadi di Natuna.

”Semua kalangan ikut acara ini, mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan semuanya tanpa terkecuali,” terang Bambang.

Prosesi yang dilaksanakan selama tiga hari itu, terpusat ditiga titik yakni di Lapangan Bola Pusra Desa Air Payang, Halaman Masjid Al-Ikhyak Desa Air Payang.

Terakhir acara itu berlangsung, dikawasan sepanjang Pelabuhan Tambatan Perahu di Desa Air Payang.

Pada hari puncak acara, semua masyarakat membawa makanan berupa ketupat dan inti yang terbuat dari kelapa, mereka makan bersama-sama sebagai bentuk rasa syukur.

Sementara, para sesepuh dan pemuka agama menyediakan air yang sudah ditawar oleh pemuka agama. Air ini disediakan disepanjang kawasan pelantar tambatan perahu.

”Sebagai penutup semua masyarakat berebut meminta dan mangambil air tolak balak yang sudah didoakan,” terangnya.

Selaku bagian dari aparat pemerintahan, Bambang mengapresiasi upacara tersebut karena budayanya luhur dan tujuannya yang mulia. Momen itu sebagai ajang kebersamaan yang dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.

”Susah bisa mengumpulkan orang sebanyak itu, dalam keadaan suka rela untuk tujuan yang sama. Bagi saya budaya leluhur ini harus didukung. Semoga bisa menjadi satu nilai yang mampu mendorong pembangunan daerah,” ucapnya. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here