Rida Berharap PSTS Bisa Jadi Teladan

0
588
MAKAN BERSAMA: Pembina PSTS Tanjungpinang Rida K Liamsi bersama GM Tanjungpinang Pos M Nur Hakim makan bersama dengan pemain, tim official dan Junaidi pelatih PSTS, pada malam ramah, Selasa (2/5) malam lalu. F-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – PEMBINA Persatuan Sepakbola Tanjungpinang dan Sekitarnya (PSTS) Rida K Liamsi merasa puas, dengan penampilan pemain PSTS selama menjalani kualifikasi grup E open turnamen PSTK Cup 2017. Rida berharap agar PSTS tetap menjadi teladan bagi klub lain, selama menjalani pertandingan di PSTK Cup ini.

Tiga kali bertanding, klub PSTS Tanjungpinang meraih nilai penuh, 9 poin. Sama dengan PS Tanjunguban di grup B dan Gumarang FC di grup C. Dari tiga pertandingan, PSTS menciptakan 13 gol, dengan kebobolan 2 gol.

Dari 13 gol yang diciptakan, tercatat ada tujuh pemain PSTS yang menciptakan gol. Baik dari posisi striker maupun pemain tengah. Gol demi gol itu dicetak oleh Yance, Usman, Rambe, Armanda, Rizki, Kukuh dan Martha.

Menjadi juara grup E dan lolos ke babak 16 besar, klub PSTS asuhan Teddy Jun Askara (TJA) ini bukan mengandalkan satu atau tiga pemain striker sebagai mesin gol. Bahkan, assist bola untuk menciptakan gol tidak hanya berasal dari lini depan dan tengah. Justru beberapa gol tercipta dari assist pemain belakang.

”Selama tiga kali bertanding di PSTK Cup ini, kita dari PSTS Tanjungpinang cukup menghibur para penonton lah,” ujar Rida K Liamsi di sela makan bersama dan ramah-tamah dengan official/pelatih, pemain PSTS dan GM Tanjungpinang Pos M Nur Hakim, Selasa (2/5) malam lalu.

Tiga kali bertanding, PSTS Tanjungpinang selalu ditunggu para pecinta sepak bola. Dalam bermain, pelatih Junaidi bersama asisten pelatih Danang, tidak monoton dalam menerapkan pola. Ada kalanya menurunkan formasi 4-3-3, ada pula menerapkan 3-4-3, dan terakhir 4-4-2. Meski demikian, kekompakan dan cara bermain pemain PSTS tetap memberikan hiburan.

”Saya berharap, semoga PSTS terus lah menjadi teladan bagi klub lainnya. Main boleh ngotot, tapi tetap jaga sikap dan mental. Bermain bola itu bisa keras, tapi tetap jaga sportivitas itu. Tidak menimbulkan perkelahian,” demikian diharapkan Rida K Liamsi.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here