Rig di Perairan Lobam Bikin Masalah

0
1097
RIG: Kapal eksplorasi migas (rig) masih berlabuh di jalur pelayaran feri Tanjungpinang - Punggur.F-YENDI/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – RIG atau kapal eksplorasi migas lepas pantai, yang berlabuh di perairan BIE Lobam dinilai bikin masalah. Selain merusak ekosistem laut, rig tersebut patut dipertanyakan statusnya.

”Tahun lalu dikabarkan rig di perairan Lobam itu sedang diperbaiki oleh satu perusahaan di dalam kawasan BIE Lobam. Tapi tak selesai-selesai, ini kan bikin masalah,” kata Andi Anhar, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kepri (Bintan-red) sekaligus anggota DPRD Provinsi Kepri, belum lama ini. Andi Anhar mencurigai, rig di perairan Lobam itu sengaja berlabuh atau lego jangkar. Untuk menghindari biaya labuh jangkar, kapal tersebut disebut sedang diperbaiki. Bisa saja ada oknum tertentu, yang memungut labuh jangkar, tapi tidak disetorkan secara resmi kepada daerah atau negara.

Baca Juga :  Marjoly Beach Resort Gratiskan Tiket ke Pantai

”Pindahkan saja rig di depan BIE Lobam itu ke daerah labuh jangkar yang resmi. Kalau itu memang diperbaiki, harus dipungut juga uang labuh jangkarnya,” saran Andi Anhar. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri Jamhur Ismail menyatakan, labuh jangkar kapal rig di wilayah Seri Kuala Lobam dan Bintan Utara tidak tepat. Hal tersebut sesuai dengan data yang dimilikinya. Seperti labuh jangkar kapal rig di Seri Kuala Lobam, itu berada di lokasi jalur lalu lintas kapal, sehingga perlu dipindahkan.

Baca Juga :  Banjir Disebabkan karena Drainase Tak Layak

”Kami sudah menyurati soal itu ke Menko Maritim. Ya, harusnya dipindah ke arah Pulau Pangkil untuk di wilayah laut Lobam itu,” sebutnya. Untuk labuh jangkar di Bintan Utara atau tepatnya di perairan depan Tanjunguban juga tidak tepat, sesuai data yang dimiliki Dishub. Menurutnya, itu merupakan kawasan lalu lintas kapal menuju Tanjunguban.

”Kawasan laut depan Tanjunguban ini juga lokasi gerak kapal dan lalu lintas. Labuh jangkar apakah tepat di sini? Seharusnya, ini di depan perairan Kabil untuk labuh jangkar. Sehingga lebih tertib dan aman,” katanya. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan lebih meneliti dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menata labuh jangkar kapal tersebut menjadi lebih aman lagi.(YENDI-AAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here