RKB Mesti Diperbanyak di Sistem Zonasi

0
55
Suasana penerimaan siswa baru di salah satu SMA Negeri di Batam tahun lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM -Rencana penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Penerimaan Siswa Baru (PSB) tingkat SMP mendapat apresiasi dari DPRD Batam. Namun, sistem zonasi harus diiringi dengan penambah kelas baru dan sekolah baru. Tanpa itu, dikhawatirkan akan memunculkan permasalahan baru saat PSB.

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengatakan, sistem zonasi akan memudahan biaya transportasi. Namun, sebelum diterapkan, Pemko Batam diminta menambah gedung sekolah dan Ruang Kelas Baru (RKB), terutama untuk SMP. ”Saya setuju saja sistem zonasi. Hanya saja, memungkinkan nggak Harus lihat dilapangan,” katanya.

Menurut Udin, sistem zonasi harus dibarengi dengan ketersedian ruang kelas. Tanpa itu, maka akan menimbulkan permasalahan baru. ”Harus ada kelas baru yang mumpuni dalam menampung siswa/siswi baru. Tanpa itu, akan menimbulkan gejolak baru. Jumlah sekolah dan peduduk harus seimbang,” pesannya.

Dikhawatirkan, permasalahan akan memunculkan penumpukan pendaftar disekolah dengan lingkungan padat, namun ruang kelas sekolah negeri terbatas. ”Karena ada satu kecamatan hanya ada satu sekolah negeri. Ini akan menimbulkan masalah penumpukan pendaftar,” himbaunya.

Dengan kondisi saat ini, diperkirakan akan banyak anak didik yang tidak terakomodir di sekolah terdekat dengan tempat tinggal. ”Kalau untuk kondisi saat ini, sistem zonasi masih lebih tepat diterapkan di hinterland,” pesan Udin.

Alasannya lebih tepat untuk saat ini sistem zonasi di hinterland, karena antara sekolah dan calon siswa yang masih rendah. ”Kalau Sagulung dan Batuaji, ini akan masalah. Kecamatan berdekatan dan dipisah jalan. Warga Sagulung tidak bisa sekolah di Batuaji yang diseberang rumahnya. Ini baiknya dibuat test terbuka saja,” imbaunya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Hendri Arulan mengatakan, sistem zonasi akan diberlakukan tahun 2018. Aplikasi untuk sistem itu, akan disiapakan, karena terjadi perubahan sistem PPDB. ”Tahun lalu kan sistem rayon. Tahun ini berdasarkan zonasi. Jadi aplikasinya juga buat baru,” katanya.

Direncanakan, aplikasi ini nantinya dapat diunduh di Playstore untuk telepon genggam berbasis Android. Sehingga pelaksanaan PPDB secara daring tetap bisa berjalan. Dengan sistem zonasi, siswa yang berdomisili di sekitar sekolah wajib diterima di sekolah tersebut. Sistem ini dipakai dengan tujuan agar tidak ada siswa yang bersekolah jauh dari rumah.

”Dengan sistem ini, meskipun di kecamatan hanya ada satu sekolah negeri, warganya bisa tetap sekolah di kecamatan terdekat. Misal di Lubukbaja, cuma ada satu SMP negeri, yang rumahnya di ujung-ujung, bisa sekolah di Batuampar,” jelasnya.

Untuk menyosialisasikan sistem zonasi dan daring ini, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan sekolah-sekolah. ”Kita akan sosialisasikan sistem ini dalam waktu dekat. Aplikasinya juga dalam proses pembuatan. Kita harap segera selesai,” ujarnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here