Rokok Ilegal Marak di Ibu Kota Provinsi

0
1085
ROKOK ILEGAL: Juramadi Esram memegang rokok tanpa cukai di salah satu kedai di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Kamis (23/3).f-ist/disperindag tanjungpinang

Pelakunya Belum Tersentuh Hukum

TANJUNGPINANG- Rokok ilegal di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tanjungpinang semakin marak. Pihak kepolisian dan Bea dan Cukai bagai menutup mata. Tidak pernah ada penanngkapan.

Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kepala Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram Kamis (23/3) di beberapa toko di Tanjungpinang, ditemukan rokok noncukai beredar bukan kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau khusus kawasan bebas.

”Kita masih temukan beberapa pedagang masih Tapi, kata dia juga ditemukan beberapa pedagang tidak menjual lagi rokok noncukai, padahal sebelumnya mereka menjual.

Baca Juga :  Barang Bekas Dikreasikan

”Kata pedagang mereka tidak menjual lagi, karena sudah ditegur oleh kepolisian dan Bea Cukai,” tegasnya.

Ada juga yang mengejutkan, distributor rokok resmi mengakui, sejak maraknya rokon non cukai beredar di Kota Tanjungpinang, mereka (pedagang) mengklaim rugi mencapai 30 persen.

“Ini yang perlu kita tertibkan. Pedagang resmi membayar pajak rugi. Pedagang yang menjual rokok non cukai, untung besar tapi merugikan uang negara,” tegasnya.

Setelah sidak, dalam waktu dekat ini Disperindag akan mengundang para penerima kuota rokok, pihak kepolisian, bea cukai, Satpol PP untuk membahas kenapa marak rokok ilegal. Apakah rokok yang berada di khusus kawasan bebas, sudah sesuai kuota atau tidak.

Baca Juga :  Pertumbuhan Penduduk Produktif, Mengangkat Pertumbuhan Ekonomi

“Kita juga akan merazia rokok non cukai di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Kata dia, mestinya rokok non cukai tersebut, hanya boleh beredar di kawasan khusus kawasan bebas. Kalau di Tanjungpinang, khusus kawasan bebas ada di Senggarang dan Dompak. Tapi, tidak semua kawasan Senggarang dan Dompak, semua masuk khusus kawasan bebas.

“Bahkan kami dapat informasi, rokok non cukai ini juga beredar di pulau-pulau,” tegasnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here