Rokok Tak Bercukai Diselundupkan

0
42
Anggota TNI AL saat menggagalkan penyelundupan rokok tanpa cukai beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Mbs mohon dinas perdaGAngaan cros cek/buat aturan mengenai rokok! Karna rokok yg beredar tdk ada batas waktu penggunaan nya serta mudah diselundupkan. Apalagi tak ada tanggal masa konsumsinya yang tidak tertera. sangat berbahaya bagi konsumen dan merugikan daerah. selain itu merugikan negara karena tak bayar pajak tapi meredar di luar wilayah FTZ.. makasih tp pos.
+6282288223986

TANGGAPAN:
Peredaran rokok tanpa cukai di luar kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Kota Tanjungpinang semakin marak. Padahal, kawasan FTZ di Tanjungpinang hanya ditetapkan di Senggarang dan Dompak saja.Aktivitas ini merugikan negara dari sektor penerimaan pabean.

Lantamal IV akan memperketat penjagaan keluarnya barang-barang dari kawasan FTZ. Kawasan FTZ di Kepri hanya ada di Batam, Bintan dan Karimun. Itupun tidak semua daerah dijadikan kawasan FTZ.

Adanya penangkapan penyelundupan miras yang berhasil digagalkan Lanal Dabo Singkep, membuktikan barang FTZ marak beredar di luar kawasan. Barang yang disita Lanal Dabo ilegal. Muatan kapal berisi miras itu termasuk barang-barang FTZ Batam yang dikeluarkan tanpa ada manifes yang lengkap.

Salah satu pangkalan kami Lanal Dabo Singkep berhasil menggagalkan (miras ilegal) pengiriman miras ilegal. Barang ini keluar dari Batam secara ilegal. Banyak barang sandang pangan dan seluruh komoditas kebutuhan lainnya dari luar masuk kawasan FTZ Batam tanpa cukai. Selanjutnya, Eko menjelaskan, para pelaku ekonomi memanfaatkan barang FTZ tanpa cukai yang masuk Batam dikeluarkan dengan cara ilegal demi keuntungan yang lebih besar.

Barang masuk Batam boleh, kalau barangnya mau dibawa keluar harus urus dulu manifesnya. Namanya manusia, pelaku ekonomi akan berupaya mengeluarkan barang dari Batam ke pulau-pulau sebaran lainnya.

Untuk menjaga adanya penyelundupan barang-barang FTZ keluar dari Batam, aparat di Batam seperti TNI-Polri dan Bea Cukai juga mesti meningkatkan pengawasan barang FTZ keluar dari Batam. Pemerintah pusat selalu bertanya kenapa Batam terus menjadi sorotan. Kita aparat di laut terus menjaga kebocoran-kebocoran yang dapat merugikan negara. (ray)

Laksamana Pertama TNI
R Eko Suyatno
Danlantamal IV Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here