Roti 73 Meter Gairahkan Pariwisata Kepri

0
141
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto melihat pembuatan roti jala sepanjang 73 meter di Batam, Sabtu (25/8). f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Kegiatan Funtastic Ragam Indonesia (FRI) yang digagas Badan Pengusahan (BP) Batam semakin menggairahkan sektor pariwisata di Kepri.

Saat kegiatan ini, ribuan orang membuat kue terpanjang di Indonesia sepanjang 73 meter. Para paguyuban juga dilibatkan dengan menampilkan budaya masing-masing daerahnya.

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto mengapresiasi kegiatan ini. Terlebih kegitan FRI kali ini melibatkan hampir seluruh paguyuban dari berbagai daerah yang ada di Batam. Setiap paguyuban ikut ambil bagian, menampilkan atraksi kesenian daerahnya masing-masing.

”Ini tentu langkah maju yang dilaksanakan BP Batam. Terutama untuk membantu menggeliatkan sektor pariwisata agar kembali bergairah,” tegas Isdianto saat menghadiri pembukaan Funtastic Ragam Indonesia di Bundaran BP Batam, Sabtu (25/8) sore.

Acara juga dimeriahkan dengan pemecahan rekor MURI Indonesia untuk pembuatan roti jala terpanjang di Indonesia yang mencapai 73 meter. Juga ada suguhan tarian Rampai Batam oleh 3.000 penari yang dibawakan pelajar SMA/SMK se-Kota Batam.

Begitu ramainya penari yang turut serta terlibat, sampai-sampai Isdianto, Kepala BP Batam Lukita D Tuwo dan tamu VIP yang ada di atas panggung utama ikut berjoget mengikuti gerakan musik dari para penari.

Isdianto juga meminta, iven-iven seperti ini harus terus dilakukan. Karena dengan iven inilah, masyarakat bisa menampilkan banyak potensi kesenian daerah yang ada di Kota Batam.

Karena semua sama-sama tahu, kalau Batam adalah miniatur Indonesia. Yang mana sebagaian penduduknya datang dari berbagai daerah di Indonesia. ”Saya juga meminta agar iven seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Batam saja. Tapi bisa di kabupaten/kota lain yang tersebar di Provinsi Kepri,” pintanya.

”Atas nama pribadi serta Pemerintah Provinsi Kepri, termasuk seluruh unsur pimpinan daerah di Kepri, pasti sangat siap mendukung berbagai iven kebudayaan seperti ini,” jelas Isdianto.

Kepala BP Batam Lukita Diansyah Tuwo mengegaskan, kalau Funtastic Ragam Indonesia yang dilaksanakan kali ini memang mengandung maksud mengangkat kembali potensi kesenian yang begitu beragam di Batam.

Harapannya, dengan diberi kesempatan mereka mengepresikan potensi kesenian melalui iven-iven seperti ini, akan menarik minat banyak orang untuk turut serta menyaksikan. ”Tidak hanya masyarakat lokal semata, tapi juga wisatawan yang tengah berada di Batam ini,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, setelah melalui verifikasi independen, MURI menyatakan secara resmi, kalau roti jala yang panjangnya mencapai 73 meter, tercacat secara resmi sebagai roti terpanjang di Indonesia.

Roti asli Kepri yang dibuat oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam, nantinya akan direkomendasikan sebagai menu makanan yang harus tersedia di setiap hotel dan restoran di seluruh wilayah Kepri, tegas perwakilan LAM Kepri Maaz Ismail.

Habiskan 7.300 Telur
Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama dengan mahasiswa Batam Tourism Polytechnic (BTP) dengan dipandu Chef Priscilia Princessa, membuat roti jala.

Kerja sama yang berlangsung bersamaan dengan car free day night itu berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) dengan panjang roti, 73 meter dalam acara event Funtastic Ragam Indonesia.

Kegiatan yang dimotori BP Batam itu, berlangsung, Sabtu (25/8) di Batam. Pembuatan roti jala yang khas Melayu itu diawali dengan tiupan peluit dari Chef Fandi.

Biasanya roti jala ini panjangnya sekitar 10 Cm dan dijadikan 73 meter. Selain dihadiri Kepala BP Batam Lukita, juga perwakilan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.

Setelah ratusan chef dari mahasiswa itu memasak, akhirnya roti jala terpanjang itu terbentuk tanpa putus dengan panjang 73 meter. Chef Priscilya Princessa berharap, selain untuk pemecahan rekor MURI, kegiatan masak roti jala itu bisa dijadikan motivasi untuk membuat bisnis atau membuka lapangan pekerjaan.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti jala, tepung terigu 125 Kg, 7.300 butir telur, minyak goreng 30 liter dan bahan-bahan lainnya seperti bubuk kunyit, garam, susu serta bahan pendukung lainnya.

”Saya harap setelah roti jala, dari sini bisa dibuat masakan seafood terbanyak mungkin. Karena Batam terkenal seafood-nya,” kata Priscilya. (mas/mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here