Rp 7 Miliar untuk Imam dan Guru Ngaji

0
412
MUTTAQIN Yaser bersama tim Banggar mengadakan rapat pembahasan RAPBD 2019 dengan TAPD, yang dihadiri Kepala BP3D Wan Rudi Iskandar, Kamis (29/11) kemarin.f-yendi/tanjungpinang pos

BINTANBUYU – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bintan dengan TAPD Bintan sudah hampir menyelesaikan pembahasan Ranperda APBD 2019, Kamis (29/11) kemarin. Pembahasan cukup alot ketika Banggar dan TAPD menelaah alokasi dana untuk bantuan imam masjid sampai dengan guru ngaji.

Muttaqin Yaser, Sekretaris Komisi II DPRD Bintan menyampaikan, pembahasan RAPBD 2019 sudah hampir rampung.

”Tadi, Banggar bahas soal bantuan sosial untuk imam dan penjaga masjid, guru ngaji TPA/TPQ, petugas fardu kifayah dan mubalig/mubaligah. Karena, ada rencana penambahan insentif itu, cukup alot,” kata Muttaqin Yaser, di sela istirahat pembahasan RAPBD 2019, Kamis kemarin.

Baca Juga :  Tour de Bintan Jadi Kualifikasi World Championship Perancis

Dari hasil pembahasan, Muttaqin mengatakan, dalam pemberian insentif bagi guru ngaji, imam masjid sampai dengan petugas keagamaan lainnya tersebut, jumlahnya melebihi dari 1.000 orang. Namun, belum bisa dipastikan berapa orang anak yang dididik oleh 1 orang guru ngaji.

”Kita cuma dapat data jumlah petugas yang bakal diberikan insentif itu, ada seribuan orang. Kita setuju diberikan insentif kepada imam dan guru ngaji itu. Dana yang disediakan di tahun 2019 nanti, mencapai Rp 7 miliar,” sebut Muttaqin Yaser.

Kemudian, lanjutnya, pengesahan RAPBD 2019 Bintan dijadwalkan, Jumat (30/11) ini.

Baca Juga :  Ribuan Hektare Lahan Bekas Tambang Tak Direklamasi

”Kalau pengesahan lewat tanggal 30 November, Bintan diberi sanksi. Bisa-bisa tak dapat hak tunjangan. Pengesahan paling lambat sebulan sebelum tahun pelaksanaan anggaran, itu kan sudah aturannya,” tambah Muttaqin Yaser. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here