Rp 90 Miliar DAK Tak Dimanfaatkan

0
573
SEKDAPROV Kepri TS Arif Fadillah foto bersama usai menyerahkan piagam kepada penggunaan Dana Desa terbaik di Kepri, Kamis (15/3) kemarinf-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Akibat kinerja pemerintah daerah yang lamban dan tidak mengikuti perkembangan informasi teknologi, sekitar Rp 90 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 tidak dimanfaatkan dan dananya harus dikembali ke pusat.

Padahal, DAK ini dialokasikan dari APBN atas permintaan daerah untuk membangun sejumlah infrastruktur. Ketika anggaran sudah diberikan, pemda yang tidak mampu mengelolanya dengan baik.

Kabupaten Karimun dan Lingga merupakan daerah yang paling rendah serapan DAK-nya tahun 2017. Karimun hanya 72 persen dan Lingga 89 persen. Tanjungpinang 90 persen, Batam 91 persen, Anambas 92 persen, Bintan 93 persen, Pemprov Kepri 97 persen dan Natuna 98 persen. Serapan DAK fisik di Kepri tahun 2017 86,1 Ada beberapa penyebab kenapa serapan DAK 2017 masih banyak sisa, pertama karena persoalan lahan.

Baca Juga :  5 Mei, Sidang Serentak Penetapan Ramadan

Kemudian di Karimun, DAK tidak dipakai untuk membangun embung lantaran sumber airnya tidak mencukupi. Kemudian, ada juga karena Sumber Daya Manusia (SDM)-nya yang gagap dengan IT.

Saat ini, untuk pencairan DAK semuanya berbasis online. Bukan lagi sistem berkas yang menumpuk-numpuk. Namun, ada juga karena jaringan di daerah yang tidak bagus, sehingga tidak bisa mengisi data secara online.

Kepala Ditjend Perbendaharaan Negara Wilayah Kepri, Heru Pudya Nugroho mengatakan, serapan DAK 2017 lebih bagus dibandingkan tahun 2016 yang tersisa Rp 110 miliar. Karena itu, tahun 2018 ini ia mengharapkan agar semua DAK yang dialokasikan bisa direalisasikan. Karena jika anggaran kembali ke pusat, masyarakat yang dirugikan.

Baca Juga :  Racing SMS Banking Berhadiah Liburan ke Hongkong

Makanya, sebagai persiapan tahun ini, pihaknya menggelar gelar rapat evaluasi pelaksanaan DAK fisik dan Dana Desa tahun 2017 dan persiapan pelaksanaan DAK fisik dan Dana Desa tahun 2018.

”Ini bentuk persiapan kita bersama pemerintah daerah. Kita bahas apa saja yang jadi kendala,” ujar Heru kepada wartawan saat rakor tersebut di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (15/3).

Ia mengatakan, pemda harus makin siap karena DAK yang disalurkan pusat tahun ini ke Kepri meningkat dari tahun sebelumnya yakni menjadi Rp 775,14 miliar. Jangan sampai karena anggarannya makin besar, realisasinya pun makin kecil.

Baca Juga :  Komplek Cikitsu Juara 2 Gapura Se-Batam

Hadir saat rakor evaluasi itu Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah sekaligus membukanya. Sebagai narasumber adalah pejabat dari Kementerian PU, kemudian Sardison Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri dan Aries Fhariandi Kabiro Pembangunan Pemprov Kepri. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here