Rp 93 Miliar, Proyek yang Sudah Dilelang

0
470
BUPATI Bintan H Apri Sujadi bersama Kadis PUPR, Kadis Perkim dan anggota Komisi II DPRD Bintan Zulkifli meninjau lokasi penataan jalan menuju Bandar Seri Bentan, baru-baru ini. f-istimewa/kominfo bintan

Bupati Bintan Ultimatum Jika Tak Sesuai Spesifikasi

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Wakil Bupati H Dalmasri Syam telah mengingatkan, proses lelang kegiatan pembangunan fisik mesti selesai akhir April 2018 lalu. Sampai 14 Mei lalu, baru 74 paket kegiatan proyek yang sudah dilelang. Nilainya mencapai Rp 93 miliar dari total Rp 144 miliar.

”Kita ingatkan lagi, agar semua kegiatan dilelang cepat. Sehingga, proses pembangunan sesuai dengan skedul kita. Dan jangan sampai ada lagi proyek yang tak selesai, di akhir tahun anggaran nanti,” kata H Apri Sujadi.

Namun demikian, jelas H Apri Sujadi, Pemkab Bintan sudah berupaya proses lelang kegiatan pembangunan secepatnya dilaksananakan, tapi tetap mengacu kepada aturan yang berlaku. Sesuai dengan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bintan, per 14 Mei 2018 lalu, ada 74 paket kegiatan proyek yang sudah dilelang, dan segera dikerjakan.

Sedangkan 11 paket kegiatan proyek lainnya, saat ini sedang diproses lelang. Sementara, 52 paket kegiatan proyek lainnya, sedang diajukan pelelangannya. Dari 137 paket proyek, untuk nilai yang sudah dilelang di LPSE Kabupaten Bintan mencapai Rp 93 miliar, dari target Rp 144 miliar.

”Kita minta OPD terkait segera melakukan pelelangan. Untuk anggaran pengerjaan proyek itu ada pada masing-masing OPD. Sedangkan ULP hanya melaksanakan lelang saja,” jelasnya.

Sedangkan 74 kegiatan yang sudah dilelang, lanjut bupati, mesti segera dikerjakan. Sehingga pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor atau rekanan, bisa direalisasikan sesuai dengan kalender pekerjaan. Jika kontraktor lambat mengerjakannya, dikhawatirkan bakal terbengkalai pada akhir tahun anggaran 2018 nanti. Kemudian, kontraktor akan berdalih, pekerjaan terbengkalai akibat cuaca dan alasan lainnya.

”Tahun ini, saya akan tinjau langsung ke lapangan. Pekerjaan proyek pembangunan harus sesuai spesifikasi, yang telah ditetapkan. Sehingga hasil dan kualitas kerja bisa bertahan lama,” harap H Apri Sujadi.

”Kemudian, kontraktor yang lalai, sebaiknya cepat diberi peringatan (ultimatum). Sehingga, ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang bermasalah itu, sampai akhir tahun anggaran. Jangan ada lagi proyek yang tak beres,” tambahnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Bintan Zulkifli juga mengingatkan, agar pihak terkait segera melakukan proses lelang kegiatan yang tersisa dari Rp 93 miliar itu. Tujuannya, agar pekerjaan bisa terealisasi tepat waktu. Jika proses pelelangan lambat, maka akan berpengaruh pada pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut.

”Awal tahun 2018 lalu, Bupati dan Wabup Bintan sudah mengingatkan, bahwa lelang proyek selesai akhir April, itu paling lambat. Nah sekarang, OPD harus menggesa proses lelang, untuk proyek yang belum selesai dilelang itu,” sarannya.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here