Rp10 Miliar untuk Bangun Penahan Ombak

0
150
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun mengoperasikan alat berat backhoe saat menjatuhkan batu granit sebagai pertanda dimulainya pembangunan penahan ombak di Tepilaut Tanjungpinang, Senin (27/8). f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun secara resmi telah meletakkan batu pertama pertanda dimulainya pembangunan pengaman pantai di Tepilaut Tanjungpinang, Senin (27/8).

Peletakan batu pertama ditandai dengan menjatuhkan batu granit ke laut dari tongkang menggunakan alat berat backhoe dan alat berat tersebut langsung dioperasikan Gubernur. ”Ayo menjauh,” ujar Nurdin saat hendak naik ke kemudi alat berat tersebut.

Meski demikian, Nurdin seakan sudah terbiasa mengoperasikannya. Ia mengarahkan backhoe yang berisi batu granit besar ke laut dan menjatuhkannya.

Maka secara resmi, pembangunan penahan ombak itu dimulai.

Sebelum batu dijatuhkan, terlebih dilakukan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran proyek tersebut dengan mengundang Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Abdul Rajak dan tokoh masyarakat lainnya.

Turut hadir Wakil Gubernur Kepri H Isdianto, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, pejabat pemprov seperti Sardison, Naharuddin, Aries Fhariandi, Abu Bakar, Amjon, Zulhendri, Firdaus, Jamhur Ismail, Mirza Bachtiar serta pejabat BWS.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II, Robby Indra Gartika dari Balai Wilayah Sumatera (BWS) mengatakan, tahap awal pelaksanaan pembangunan pengaman pantai dilaksanakan sepanjang 550 meter di Tepilaut Tanjungpinang dengan alokasi dana APBN Rp10 miliar.

Proyek Pengamanan Pantai yang dilaksanakan, merupakan bagian kegiatan yang terpisah tetapi simultan dari Proyek Gurindam 12.

”Pembangunan pengaman ini dilaksanakan Balai Wilayah Sumatera Kementerian PUPR Pusat menggunakan Rp10 miliar dana APBN 2018, dengan panjang 550 meter dan lebar bervariasi antara 3,5 meter di bagian atas, serta 10-12 meter di bawah dasar laut bibir pantai yang ditimbun dengan batu granit besar,” ujar Robby.

Proyek pengamanan pantai yang dilaksanakan BWS, tambahnya, dilakukan dengan pembuatan breakwater berupa penimbunan batu pemecah di bibir pantai sebagai pombak mulai dari kawasan pantai Ocean Corner hingga ke kawasan bibir pantai Tanjung Buntung Karimun.

Kontraktor pelaksana pekerjaan tambah Robby dilaksanakan oleh PT Fatimah Indah Utama dan konsultan proyek PT Inakko Internasional.

Setelah pembuatan breakwater berupa penimbunan batu pemecah ombak yang dilaksanakan di pantai tepi laut ini, selanjutnya Pemerintah Provinsi Kepri akan melanjutkan proyek dengan pembangunan revetment dan reklamasi penimbunan.

Selain di Tanjungpinang, tambah Robby, Satuan Kerja Sungai dan Pantai II BWS, juga melaksanakan proyek pembangunan Pengaman Pantai di Pulau Mukalimus dan Pukau Durai Tanjungbalai Karimun, serta Pantai Putri Batam.

”Untuk proyek pengamanan pantai di Pulau Mukalimus saat ini sudah selesai, dan tinggal yang di Tanjungpinang dan Batam yang pelaksanaannya kami harapkan sudah harus siap sebelum Desember 2018 mendatang,” ujarnya. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here