Rp1,8 Miliar untuk Lampu Flyover

0
745
flyover: Flyover Simpang Jam, Batam sudah tersambung. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Setelah pembangunan flyover Simpang Jam, Batam selesai akhir tahun 2017 nanti, Pemko Batam, akan menganggarkan hias untuk flyover. Nominal anggaran lampu hias berikut dengan ornamen Melayu di sekitar flyover atau jembatan layang sekitar Rp1,8 miliar.

Menurut Wali Kota Batam, HM Rudi, lampu hias di sekitar flyover nanti akan satu paket dengan ornamen Melayu. Hanya saja tidak dijelaskan, ornamen Melayu dimaksuk. Sementara untuk nuansa Melayu, saat ini sedang disiapkan kontraktor untuk pelapis dinding flyover.

”Anggarannya sekitar 1,8 miliar. Itu untuk pengadaan lampu hias sebanyak satu set dengan ornamen Melayu,” ulangnya saat ditemui gedung DPRD Batam, Jumat (22/9) di gedung DPRD Batam.

Baca Juga :  Daya Tampung Kantor Camat Tak Mencukupi

Menurutnya, lampu hias bernuansa Melayu itu untuk pelestaran adat dan budaya lokal. Ornamen Melayu juga diharapkan dapat menambah estetika flyover di Batam sebagai kota madani. ”Sudah sepakat semua. Lampunya dari kita. (Pengadaan) nanti lewat lelang,” imbuhya.

Keberadaan lampu hias dan ornamen Melayu dinilai sejalan dengan Ranperda tentang pelestarian budaya Melayu yang sedang dirumuskan saat ini. Diharapkan, hal itu menjadi iconm, yang dikenal masyarakat Indonesia, terkait dengan Batam. ”Biar tahu, pas masuk Batam itu daerah Melayu. Nanti juga akan dibangun gerbang dengan design melayu,” ungkapnya.

Baca Juga :  BP Batam Bangun Masjid di Lingkungan Kantor

Terkait dengan rencana itu, Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Harris Pratamura merespon baik. Menurutnya, hal itu juga sudah dibahas dikomisinya bersama Dina Bina Marga Batam. ”Satu set lampu hias berikut ornamen Melayu. Lampunya banyak nanti,” kata Nyanyang.

Diharapkan, setelah dipasang, maka pemandangan di Simpang Jam akan lebih menarik dan memberikan nilai keindahan lebih. ”Kita jaga budaya melayu tidak tenggelam, tapi lestari. Ini sejalan dengan Ranperda kita,” bebernya.

Sebelumnya, Koordinator Pengawas Lapangan Balai Pelaksana Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Fahmi mengatakan, seharusnya Flyover selesai November. Karena ada pengerjaan ornamen Melayu sebagai tambahan, maka waktu ditambah. Ornamen Melayu diberikan secara gratis. ”Kita buat ornamen Melayu disamping. Itu permintaan. Tapi anggaran tetap, tidak ada tambahan,” kata Fahmi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here