Rp400 Miliar untuk Renovasi Bandara

0
735
Eko Santoso

BATAM – Saat ini, sekitar 10 investor sudah menyatakan secara tertulis minatnya untuk mengelola dan mengembangkan bandara Hang Nadim. Para calon investor itu merupakan perusahaan-perusahaan besar. Saat ini, Badan Pengusahaan (BP) yang membawahi Bandara Hang Nadim, akan melakukan lelang pembangunan terminal dan parkir.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Budi Santoso mengatakan, lelang pembangunan terminal dan parkir bandara Hang Nadim, akan dilakukan. ”Kita akan lelang. Akhir Oktober ini dokumen keluar, ada ada market sounding. Lelang akan dilakukan akhir November,” kata Eko.

Pembangunan terminal dan parkir pesawat di bandara Hang Nadim, diharapkan dapat dilakukan dengan dana lebih murah. Estimasi BP Batam, pembangunan terminal dan parkir (tambahan) di Hang Nadim, sekitar Rp400 miliar. Konsultan yang membantu dalam pengembangan Hang Nadim juga berpendapat senada. ”Ancar-ancar Rp400 miliar. Jadi kita tantang, bisa nggak lebih murah. Konsultan kemarin bilang, harus lebih murah,” beber Eko.

Baca Juga :  Tak Ada Gedung, Naker Tak Terurus

Sementara untuk pengelolaan bandara Hang Nadim sudah lebih dari 10 peminat. Mereka minat untuk ikut lelang pengelolaan Hang Nadim, menyatakan minat secara tertulis. Terbaru, beberapa hari lalu Eko mengaku menerima dari calon pengelola Hang Nadim dari Prancis. Perusahana itu merupakan pengelola dan pemilik bandara di Paris.

”Perusahaan dengan pendapatan pertahun Rp2 miliar Euro dengan pendapatan bersih Rp1 juta Euro. Yang datang semua pemain kaliber dunia. Bukan kacangan lah,” cetusnya.

Ditegaskan, pihaknya mendatangkan calon investor yang mengelola bandara Hang Nadim, dengan dana sendiri (bukan calo-red). ”Kita mendatangkan untuk bisa mengelola dengan dana sendiri. Nanti soal pembangunan hotel, parkir gedung, tergatung investor,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rudi Bagi Sembako, Anggota Dewan Kesal

Hanya saja, banyak calon pengelola bandara Hang Nadim yang menunggu kepastian soal status Batam. Status dimaksud terkait dengan pengelolaan Batam dan status daerahnya, apakah kota atau provinsi. ”Kita lihat saja nanti. Ada juga menungu Garuda. Investor besar itu ingin kepastian status Batam. Apakah KEK, FTZ atau Provinsi Barelang,” cetusnya.

Sebelumnya, Eko mengatakan tender akan mengacu pada Perpres 38 dan dikawal oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Akhir tahun 2017, diharapkan diketahui pemenang tender. ”BP kasih konsesi ke yang menang. Berapa dia harus bayar di depan dan berapa pendapatan dia tiap tahun,” katanya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here