Rp50 Miliar untuk Bangun Tiga Pelabuhan

0
210
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun didampingi pejabat Pemprov saat meninjau pembangunan pelabuhan di Tanjunguban, belum lama ini. f-mazpram/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, agar aksesibilitas barang dan orang di Kepri lancar di setiap daerah, maka infrastruktur pelabuhan harus dibangun.

Kuncinya adalah pelabuhan yang memadai. Karena itulah, sejak kepemimpinannya, Pemprov Kepri tiada henti membangun pelabuhan. Termasuk tahun 2019 tetap melanjutkan pembangunan pelabuhan.

Pemprov Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memprioritaskan 3 pembangunan pelabuhan di Provinsi Kepri pada tahun 2019. Sementara pembangunan lanjutan Pelantar II Tanjungpinang rencana ditunda pengerjaannya.

Adapun 3 pelabuhan itu, yakni Pelabuhan Parit Rempak di Karimun, Pelabuhan Tanjunguban di Bintan dan Pelabuhan baru di Lingga.

”Ketiga pelabuhan tersebut menjadi prioritas kerja di 2019 Pemprov Kepri guna Percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan pelayanan bongkar muat barang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kepelabuhanan Dishub Kepri, Azis Kasim Djou kemarin.

Azis menjelaskan, alokasi anggaran untuk kegiatan tiga infrastruktur pelabuhan tersebut lebih kurang sekitar Rp50 miliar. Penyelesaian pembangunan Pelabuhan Parit Rempak di Karimun dan Pelabuhan Tanjunguban di Bintan memang sudah menjadi target pada 2019 ini.

”Untuk di dua lokasi itu sudah masuk tahap ke III atau tahap penyelesaian. Maka akan digesa penyelesaiannya,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, keberadaan infrastruktur strategis berupa pelabuhan bongkar muat tersebut sangat diperlukan. Sehingga bisa meningkatan pelayanan dan ekonomi di masing-masing daerah.

”Kepri adalah daerah kepulauan, tentu terminal utama adalah Pelabuhan. Baik itu untuk bongkar muat barang maupun orang,” jelasnya lagi.

Gubernur mengatakan, setelah Pelabuhan Pelantar selesai pembangunannya dan dapat dipergunakan secara optimal, dirinya yakin perekonomian akan naik menggeliat. Keyakinan tersebut muncul karena aktivitas bongkar muat yang dulunya berjalan lambat sekarang sudah dapat terlaksana dengan cepat.

”Keberadaan pelabuhan sangat penting bagi daerah Kepulauan, karena ini ibarat jantung yang sedang memompa, cepat denyutnya cepat pula progres perekonomiannya,” ujar Nurdin.

Dulunya, sebelum pengembangan kawasan pelabuhan Pelantar II, dalam satu hari saja untuk mencapai 400 ton bongkar muat sangat sulit dikarenakan kecilnya ruas jalan dan sulitnya memutar dan memarkir truk besar. Sekarang aktivitas di sana sudah lancar. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here