Rp75 Miliar untuk Menata Empat Kawasan Kumuh

0
752
Salah satu rumah yang ada di kawasan Kampung Bugis.f-dok/tanjungpinang pos

Empat kawasan kumuh di Tanjungpinang akan ditata oleh Satker PU Provinsi Kepri dan Pemko Tanjungpinang tahun ini. Total anggarannya sudah disiapkan Rp75 miliar.

TANJUNGPINANG – Anggaran Rp 60 miliar dari Sakter PU Provinsi, dan sisanya sekitar Rp 15 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang.

Dalam pelaksanaannya nanti, warga pun akan dilibatkan agar pembangunannya juga dapat disesuai dengan keinginan warga.

Sesuai SK Wali Kota Tanjungpinang 2015 lalu, ada tujuh kawasan kumuh di Tanjungpinang. Daerah yang masuk kawasan kumuh yakni kawasan pesisir Pantai Impian, Tanjung Ayu Sakti, Tanjungunggat, Kemboja, Senggarang, Kampung Bugis dan Tanjungpinang Timur.

Baca Juga :  Imigrasi Perketat Tujuan Pembuatan Paspor

Untuk tahun 2018 ini, dua cluster atau empat kawasan yang menjadi perhatian penataan. Cluster pertama yaitu kawasan Kampung Bugis dan Senggarang. Sedangkan yang kedua mulai Tanjungunggat dan Kemboja.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Tanjungpinang Tanjungpinang, Surjadi, kemarin. Dana yang akan dikucurkan sekitar Rp 75 miliar untuk membenahi dua cluster kawasan kumuh tersebut.

”Pekerjaan dari Satker PU Kepri langsung mereka yang kerjakan. Sedangkan yang Pemko, bisa dikerjakan beberapa OPD, diantaranya Disperkim, Dinkes dan PU. Sesuai kewenangan kerja,” tuturnya.

Baca Juga :  80 Pelajar Belajar Kunjungi Komisi IV

”Kita sudah punya rancana pembanahan dua cluster tersebut. Nanti akan bagus,” tambahnya lagi.

Pemukiman warga sekitar akan di benahi, mulai dari pengecatan rumah-rumah. Pembenahan akses jalan yang layak, drainase, sanitasi, serta kesehatan lingkungan yang layak untuk ditinggali. Ini terlaksanakan karena adanya kordinasi dan sinergitas pelaksanaan program pembangunan bersama Satker PU Kepri. ”Kita lakukan secara bertahap, setelah itu, baru melanjutkan ke pembenahan kawasan lainnya,’ tuturnya.

Melalui program ini, menyelesaikan permasalahan permukiman perkotaan di Tanjungpinang.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here