Rp9 Miliar untuk Tangani Banjir

0
179
Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang Hendiri saat meninjau komplek perumahaan yang kena dampak banjir, baru-baru ini. F-istimewa

Pemerintah Kota Tanjungpinang, menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar pada 2019 untuk memaksimalkan penanganan banjir. Hingga kemarin, masih ada 14 titik banjir tersebar di 18 kelurahan.

TANJUNGPINANG – Anggaran itu tercatat dalam nota keuangan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang 2019.

Sasaran dalam penanganan banjir yakni pembangunan box culvert, normalisasi sungai, peningkatan pembangunan pusat-pusat pengendali banjir, pengerukan kali, dan rehabilitasi atau peningkatan saluran drainase, termasuk pembebasan lahan untuk pembangunan penangganan banjir di kawasan Jalan Pemuda.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, Hendri ST mengaku banyak menerima laporan dari warga tentang banjir. Pada prinsipnya, pihaknya siap merespon dan berupaya menanggulangi sesuai kemampuan keuangan daerah.

Terkait penanganan banjir saat hujan mengguyur Tanjungpinang di Desember ini, ia menuturkan hanya sebatas normalisasi menggunakan alat eskavator kecil milik Pemko Tanjungpinang.

Rencananya, hari ini, Kamis (13/12) tim dari PUPR Tanjungpinanng akan mencoba menangani banjir di kawasan Perumahan Taman Harapan Indah (THI), Batu 9 Tanjungpinang.

Setelah sebelumnya di Perumahan Taman Seraya I, Kelurahan Pinang Kencana, Batu 9 Tanjungpinang.

Saat hujan turun, belasan rumah penduduk dan satu suaru tergenang air. Setelah dilakukan normalisasi aliran air di kawasan itu, menggunakan alat dari pengembang debit air sudah berkurang dari sebelumnya.

”Rencananya besok, (hari ini) kami akan menurunkan satu alat axcavator untuk penanganan banjir di Perumahan THI,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Ia pun mengaku kalau sudah mengecek permasalah banjir di kawasan itu. ”Insya Allah saya juga akan turun ke lokasi saat pengerjaan,” ucapnya. Disinggung anggaran penanganan banjir di Tanjungpinang untuk 2019, Hendri menuturkan ada. Hanya saja belum semua bisa teratasi. Beberapa kawasan yang akan dikerjakan yaitu penangan banjir di depan SPBU Batu 7 Tanjungpinang senilai Rp1,6 miliar.

Pembuatan drainase di Jalan Kamboja, Senggarang senilai Rp1,2 miliar. Serta anggaran pembuatan master plan drainase kota senilai Rp600 juta.

Meski demikian, terkait pembuatan master plan masih akan melakukan koordinasi dengan BWS Kepri yang informasi akan membuat DED penanganna banjir se-Pulau Bintan.

”Biar tidak timpa tindih kami akan menyurati agar mendapat kejelasan,” tuutrnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah H Surjadi, berharap agar para pengembang atau developer, saat mendirikan bangunan atau membuat drainase, sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Kalau tidak, sambung dia, banjir tetap terjadi di Tanjungpinang.

Ia melihat, banjir terjadi di beberapa titik, juga disebabkan kebiasaan masyarakat masih membuang sampah di drainase. ”Kita juga minta warga jangan lagi membuang sampah di darainase atau parit, kasihan warga kita yang kawasannya rendah,” ujarnya. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here