Rp9,8 T Investasi Masuk Bintan

0
1584
BANGUN KAPAL: Sejumlah pekerja saat membangun kapal di salah satu shipyard di Batam, belum lama ini. Salah satu PMA juga tertarik membangun industri kapal di Bintan tahun ini.f-abas/tanjungpinang pos

PMA Buka Industri Perkapalan dan Wisata

Ketika investasi di Batam tidak booming dan justru stagnan, di Bintan justru
menggeliat. Kurun waktu 10 bulan (Januari-Oktober) 2017, sudah 25 investor Penanam Modal Asing (PMA) masuk ke Bintan.

BINTAN – ADAPUN total investasi yang ditanamkan 25 PMA tersebut sekitar US$733 atau sekitar Rp 9,8 triliun dengan kurs Rp 13.500 per US$.

Sampai Juni 2017 lalu, jumlah Penanam Modal Asing (PMA) dan PMDN yang masuk ke Kabupaten Bintan ada 16 PMA. Dalam rentang empat bulan kemudian, bertambah sembilan PMA. Total sudah mencapai 25 PMA yang masuk ke Bintan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, terhitung Januari sampai Juni 2017, ada 16 PMA yang mengurus izin ke Pemkab Bintan.

Baca Juga :  Tidak Ada Rupiah Bangun Gubuk Napiah

Dari 16 PMA yang mengurus izin prinsip itu, 10 perusahaan berasal dari PT Gallant Lagoi. Sedangkan 6 investor lainnya berasal dari PT Bintan Offshore, PT Bintan Vista, PT Bumi Bintan Abadi, PT Sebelas Dua Akusara, PT SBP dan PT Buana Mega Wisata (BMW).

”Kemudian, ada lagi sembilan investasi baru yang masuk. Itu belum termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang. Pemkab Bintan optimis, investasi di Bintan terus berkembang di tahun 2018 nanti. Kita berharap perusahaan memberikan upah sesuai dengan UMK,” ujar Hasfarizal Handra, kemarin.

”Untuk nilai UMK 2018 Bintan, kami masih menunggu SK dari Pak Gubernur Kepri. Direncanakan, ada rapat penetapan UMK di Pemprov Kepri, Rabu (22/11) ini,” tambahnya.

Kepala Bidang Perizinan (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Pemkab Bintan, Alfeni Harmi mengatakan, sebagian PMA yang mengajukan izin tersebut merupakan perusahaan lama yang membuka usaha baru dan sebagiannya lagi merupakan perusahaan baru.

Baca Juga :  SMSI Bagian dari Ekosistem Pariwisata Indonesia

Dari data yang ada pada mereka, 25 perusahaan tersebut mulai mengajukan izin investasi. ”Ada 25 PMA mengajukan izin dengan nilai total investasi sebesar 733 juta dolar Amerika, bila semuanya terealisasi,” katanya.

Dijelaskannya, sebanyak 23 PMA perusahaan tersebut mengajukan permohonan investasi bidang pariwisata yaitu pembangunan hotel dengan berbagai kelas serta jasa konsultasi pariwisata. Dua perusahaan lain mengajukan investasi di bidang peternakan dan industri perkapalan.

”Kami selaku pemerintah menerima dan terus membantu agar perusahaan dapat menyelesaikan berbagai perizinannya sebelum melakukan pembangunan, tentunya dengan waktu yang lebih cepat dan sesuai dengan aturan investasi yanga da di Bintan,” jelasnya.

Diperkirakan, perusahaan-perusahaan tersebut bisa menyerap tenaga kerja sekitar 2.000 orang. Saat ini, investasi PMA di Bintan cukup besar terutama yang bergerak di bidang hotel dan resort. Bahkan, industri smelter juga sedang dibangun di Galang Batang Bintan.

Baca Juga :  Gubjatim Sambangi PWI Pusat

Total investasi di Galang Batang tersebut sekitar Rp 36,6 triliun yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Saat ini, pemerintah pusat sudah menetapkan Galang Batang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepri membutuhkan investasi. Berbagai cara dilakukan akan investor melirik Kepri untuk membuka usahanya. Terlebih di Batam, sangat dibutuhkan investasi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Satu tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kepri tidak sampai 2,5 persen. Itu karena sejumlah industri di Batam sepi orderan bahkan banyak yang tutup. Angka pengangguran pun terus bertambah.(YUSFREYENDI-JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here