RPJMD Direvisi, Target Diturunkan

0
723
JUALAN: Penjualan para pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang menurun sejak ekonomi merosot.f-raymon/tanjungpinang pos

Ketika Pertumbuhan Ekonomi Kepri Makin Anjlok

TANJUNGPINANG – Melihat kondisi ekonomi Kepri yang tengah mengalami keterpurukan, Pemprov akhirnya menurunkan target pertumbuhan ekonominya.

Yang semula 5,58 persen menjadi 3 persen. Penurunan target tersebut menyusul dengan direvisinya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021 beberapa waktu lalu. Belanja modal menjadi prioritas di RPJMD yang tersisa tiga tahun lalu.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Provinsi Kepri, Naharuddin mengungkapkan, dengan review RPJMD Kepri 2016-2021 beberapa waktu lalu, maka Pemprov Kepri juga sekaligus menurunkan target pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disebabkan kondisi ekonomi Kepri yang saat ini masih mengalami perlambatan. Dengan demikian, target yang awalnya pada angka 5,58 persen diturunkan menjadi 3 persen. ”Target itu juga terus akan naik tiap tahunnya. Hingga  terakhir target tersebut pada angka 4 persen,” ungkapnya, Selasa (24/10).

Baca Juga :  Bawaslu Kota Dinilai Penakut

Ia memaparkan, meski pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini mengalami perlambatan, yakni pada angka 1,52 persen pada semester pertama 2017, namun, menurutnya teori pertumbuhan ekonomi tidak bisa dijadikan variabel mengukur ekonomi masyarakat di suatu daerah.

Karena, tolak ukur dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi suatu daerah, seluruh warganya dihitung sama. Baik warga yang ekonomi menengah ke atas maupun ke bawah.

”Meski begitu, angka pertumbuhan ekonomi tetap menjadi acuan pemerintah daerah. Tapi, tidak bisa 100 persen mengukur ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelajar Kepri Juara 2 Nasional

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar mengatakan, kondisi perekonomian Kepri pada triwulan ketiga tahun 2017 diprediksi tidak terlalu mengalami peningkatan seperti yang ditargetkan.

Meski mengalami peningkatan, namun dalam persentase angka tidak akan signifikan. ”Kalau untuk angka pastinya belum ada, karena belum waktunya. Namun kayaknya belum pulih banget,” jelasnya.

Ia memaparkan, meski pada triwulan ketiga 2017 ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah ada tanda peningkatan, namun tidak akan signifikan. Kenaikan tersebut disebabkan serapan belanja APBD yang saat ini masih terus digenjot oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Lagi, Polsek Gunung Kijang Pasok Air Bersih ke Warga

Di kesempatan yang berbeda, anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kepri Ing Iskandarsyah, menyarankan, agar ke depan pemerintah memaksimalkan belanja pegawai dan belanja modal pembangunan yang terukur dan efektif.

Supaya pertumbuhan yang melambat ke depan mampu bangkit dan pulih kembali. Hal itu salah satu cara mengajak pihak swasta untuk mendorong pembangunan infrasruktur.

”Jika memaksimalkan belanja pegawai dan pembangunan, maka akan mendorong pergerakan ekonomi. Meskipun tak signifikan,” tambahnya.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here