RSAL Nyatakan Akun Alami Gangguan Jiwa

0
479
Pelaku pembunuh ayah Akun dibawa dengan mobil pikap, di Kampung Barek Motor, Senin (12/3) lalu. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Tatapan Kosong Usai Membunuh Ayahnya

Peristiwa anak membunuh ayah di Kampung Barek Motor, Kelurahan Kijang Kota, Bintan masih menjadi cerita warga, Selasa (13/3) kemarin. Akun (28) sang pelaku tak banyak bicara saat tangannya diborgol. Tatapannya juga kosong.

BINTAN – Tatapannya selalu kosong, seperti hilang ingatan atau tidak mengetahui apa yang sudah terjadi, Senin (12/3) lalu. Benarkah dia mengalami gangguan jiwa?

Akun seorang pemuda baru saja melakukan penganiayaan terhadap ayahnya Bong Ji Kieong (70), Senin (12/3) pagi kemarin. Peristiswa itu membikin heboh warga Jalan Rahayu, Kampung Barek Motor, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur.

Dalam seketika, Bong Ji Kieong meregang nyawa, usai dipukul oleh Akun dengan broti. Ia mengamuk tanpa diketahui penyebabnya.

Akun pun ditangkap polisi. Ia dibawa dengan menggunakan mobil ke Mapolsek Bintan Timur. Di Mapolsek, Akun hanya duduk sendirian. Tak ada warga yang berani menghampirinya. Tatapan mata Akun kosong mengarah dinding bangunan Polsek. Entah apa yang dipikirkannya. Namun dari raut wajahnya, Akun tampak linglung. ”Si pelaku itu kan mengalami penyakit gangguan jiwa. Makanya, tatapan dia kosong, seperti tidak tahu apa yang baru terjadi,” ujar seorang warga Kijang, saat itu.

Sehari berselang, Akun pun sempat dibawa ke RSUD Bintan. Namun, Satreskrim Polsek Bintan Timur kembali membawa Akun ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) di Tanjungpinang, Selasa (13/3) pagi kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan di RSAL Tanjungpinang, dokter yang menangani Akun memberikan surat pernyataan kepada pihak polisi. Dalam surat itu dinyatakan bahwa pelaku (Akun) mengalami gangguan jiwa berat.

”Kita udah periksa ke RSAL, tadi langsung ditangani oleh dokter Rudi. Katanya, pihak rumah sakit hanya bisa memberikan surat keterangan. Pasien dinyatakan memang mengalami gangguan jiwa berat,” kata Abdul Rahman, Kapolsek Bintan Timur, saat memberikan keterangan di Mapolsek Bintim, Selasa (13/3).

Selanjutnya, jajaran Polsek Bintan Timur akan membawa Akun ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, di Kota Batam. Akun kembali divisum, mengecek sakit yang diderita pelaku. Jika pelaku benar dinyatakan mengalami gangguan jiwa, maka proses penyidikan terhadap Akun bisa dihentikan.

”Besok (hari ini, red) la baru kita ke sana, untuk mengecek kesehatan pelaku. Kalau memang dia benar-benar gila, maka proses penyidikan dihentikan,” kata Rahman.

Menurut Rahman, selama sehari di ruang tahanan Mapolsek Bintim, tindakan pelaku memang sedikit aneh. Seperti orang orang yang sedang berhalusinasi, seakan dirinya menjadi orang lain.

”Sampai sampai di dalam itu, dia teriak-teriak. Pukul pukul pintu, kuat sekali tangannya itu. Pokoknya seperti orang yang tidak normal la. Namun itu semua yang bisa memutuskan tetap yang ahli di bidangnya,” demikian penjelasan Rahman.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here