RT-RW Harus Netral di Pilwako

0
605
Para ketua RT-RW bersama tamu undangan di acara pembagian insentif tingkat Kota Tanjungpinang, belum lama ini di Gedung Asrama Haji Jalan Pemuda Tanjungpinang.F-dok/tanjungpinang pos

Ketua RT-RW tidak diperbolehkan terlibat dalam politik praktis seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

TANJUGPINANG – Artinya, ketua RT-RW se-Tanjungpinang tidak diperbolehkan memihak ke salah satu pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang baik itu paslon nomor urut 1 (H Syahrul-Rahma), maupun nomor urut 2 (H Lis Darmansyah-Maya Suryanti).

”Selaku aparatur perpanjangan tangan pemerintah, seperti RT-RW tidak boleh memihak. Kita minta RT-RW tetap netral di Pilwako Tanjungpinang,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza kepada Tanjungpinang Pos usai menyerahkan buku tabungan kepada ketua RT-RW se-Kota Tanjungpinang di Gedung Bulang Linggi Perpustakaan Daerah dan Arsip Kota Tanjungpinang berada di Tepilaut Tanjungpinang, Selasa (27/3).

Baca Juga :  PDIP Prediksi Dua Kursi DPRD Kepri

Raja Ariza tidak akan segan-segan menegur RT-RW yang tidak netral di Pilwako Tanjungpinang. ”Silahan lapor RT-RW itu jika terlibat,” tegas Raja.

Seharusnya, kata Raja, RT-RW itu harus mampu meningkatkan partisipasi pemilih di wilayahnya. Supaya tingkat partisipasi politik di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 bisa semakin tinggi. ”Ini yang kita harapkan bersama,” terang dia.

Selain itu, Raja Ariza meminta RT-RW se-Kota Tanjungpinang untuk tetap menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya masing-masing. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan bersama. ”Mudah-mudahan ini tidak terjadi,” harap dia.

Baca Juga :  Terus Kenalkan Diri kepada Pemilih

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang, Maryamah mengatakan, kalau mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan, RT-RW masuk dalam lembaga kemasyarakatan.

Karena RT-RW adalah mitra pemerintah yang berfungsi membantu hingga melayani masyarakat dalam hal apapun. ”Dia (RT RW, red) bukan anggota parpol. Jadi, RT-RW dalam hal seperti ini (pesta demokrasi, red) harus netral di Pilwako Tanjungpinang,” kata Maryamah.

Ia sangat menyayangkan kalau ada RT-RW yang terlibat dalam politik praktis. ”Kita sudah pernah lakukan sosialisasi ke RT-RW yang dihadiri Pak Sekda, Riono belum lama ini,” terang dia. Memang, lanjut dia, tidak ada sanksi tegas buat RT-RW yang sudah terlibat dalam politik praktis. ”Ini menjadi dilema kita selama ini,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here