Ruang Kelas SMA-SMK Ditambah

0
196
Nurdin Basirun

Siswa Baru Membeludak

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyetujui penambahan rombongan belajar (rombel) SMA/SMK negeri agar bisa menampung siswa baru yang belum diterima di sekolah-sekolah negeri.

TANJUNGPINANG – Jika tidak semua tertampung, Gubernur meminta pengertian orangtua siswa mengingat kemampuan ruang sekolah dan jumlah guru. Karena semakin banyak rombel, maka butuh tambahan guru.

Nurdin mengakui kalau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tahun ini belum sempurna mengingat masih baru diterapkan. Namun tahun depan, Nurdin meminta harus semakin baik.

”Jangan sampai terulang kembali dengan kesalahan-kesalahan yang sama. Kalau saat ini, kita maklumlah tak mungkin langsung sempurna. Tahun depan harus lebih bagus,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Gubernur juga menegaskan pentingnya pendidikan bagi generasi Kepri. Semua itu harus ditopang dengan lengkapnya fasilitas dan peningkatan kualitas sekolah. Generasi Kepri harus mendapat pendidikan yang baik di semua sekolah.

”Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan mutu belajar dan kelengkapan sekolah,” ujar Nurdin saat meninjau ke posko pengaduan masyarakat di Kantor Sekretariat Pengawas SMA/SMK/SLB, Jl. Wiratno, Tanjungpinang, Rabu (11/7).

Nurdin menambahkan bahwa fenomena penumpukan di sekolah tertentu yang menjadi favorit siswa perlahan harus dihilangkan. Nurdin ingin semua sekolah memiliki kualitas yang sama.

”Rentang antarsekolah harus kita pangkas, kualitas belajar dan pengajar harus kita evaluasi, guru-guru juga akan terus di-rolling agar semua sekolah setara baiknya,” lanjut Nurdin.

Kepada pihak pengawas sendiri Nurdin berpesan agar semua laporan yang telah masuk agar dapat diproses dengan terlebih dahulu di cross check. ”Tahun depan harus lebih baik lagi, jangan sampai kesalahan yang sama terulang lagi,” pesan Nurdin.

Kedatangan Nurdin sendiri langsung ikut berdiskusi dengan orang tua murid dari Brian Daniel, siswa SMPN 5 Tanjungpinang tersebut melalui sistem online mendaftar untuk masuk ke SMA 1, 2 dan 4 namun ternyata tidak bisa masuk ke ketiga sekolah tersebut karna didata online kuota sudah penuh. ”Padahal anak kami cukup berprestasi di sekolah, kenapa teman-temannya masuk tapi dia tidak,” keluh ibu dari Brian.

Kemudian orang tua dari Calvin Rahardian siswa SMPN 4 Tanjungpinang ikut menyesalkan anaknya tidak lagi bisa mendaftar ke SMAN 1 dan 2 padahal selama belajar di sekolah prestasi yang diraih adalah selalu juara kelas. ”Sekarang dia tertekan dan sedih pak Gubernur di rumah karena tidak bisa masuk SMA 1 atau 2,” kata Ayah dari Calvin tersebut.

Dari pihak posko pengaduan sendiri menyarankan untuk sementara mendaftar dulu ke kuota SMA yang masih kosong seperti SMAN 3 dan 5 sementara pihaknya akan meninjau langsung permasalahan yang terjadi di lapangan.

Gubernur Nurdin sendiri mengatakan kepada orang tua untuk tetap bersabar, karena pihak pengawas akan berusaha mencarikan solusi. ”Sementara tolong daftarkan anaknya dulu ke sekolah lain jangan sampai pendaftaran ditutup tapi tidak bisa sekolah karena terlambat,” imbau Nurdin.

Koordinator pengaduan Syamsul mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantu perkembangan yang terjadi baik yang berada di dalam situs online juga keadaan di lapangan. ”Semua pengaduan yang masuk kita akan susun dan tinjau langsung ke sekolah apakah data online sesuai dengan keadaan di lapangan,” kata Syamsul.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Dali juga menengaskan akan ikut memantau keadaan yang terjadi, jangan sampai hingga tutupnya batas waktu pendaftaran ternyata ada anak yang tidak bersekolah karena tidak terdaftar di sekolah yang tersedia.

”Kita terus pantau, ke depan kita akan tingkatkan kinerja agar pengaduan yang masuk dapat berangsur berkurang,” ujar Dali.

Jangan Ada Pendidikannya Terhambat
Wakil Gubernur Kepri H Isdianto mendukung segala upaya dan bentuk-bentuk formulasi yang akan dikeluarkan untuk menyelesaikan permasalahan terkait PPDB Tahun 2018 di Kepri. Apalagi menurut Isdianto anak-anak peserta didik harus mendapat tempat untuk bersekolah.

”Tentu kita tidak ingin pendidikan generasi muda terhambat,” ujar Isdianto saat melakukan pertemuan dengan kelompok masyarakat peduli pendidikan di Kedai Kopi, Km. 8 Atas, Tanjungpinang, Rabu (11/7).

Isdianto mengimbau kepada Kadis Pendidikan Muhammad Dali yang turut mendampinginya pada pertemuan tersebut untuk dapat diminimalisir karena sudah mulai banyaknya keluhan dan pengaduan yang datang dari masyarakat.

”Kami yakin permasalahan ini akan segera dapat teratasi oleh Dinas Pendidikan atas kerja sama semua pihak,” lanjut Isdianto.

Kadis Pendidikan menambahkan, dirinya juga telah menerima laporan-laporan dari masyarakat terkait persoalan yang terjadi saat PPDB di Kota Tanjungpinang.

Sesuai ketentuan yang berlaku, formulasi yang paling tepat dilakukan saat ini adalah melakukan penambahan kelas. ”Bapak Gubernur juga menyetujui perihal ide untuk penambahan kelas tersebut dan telah membuat pernyataan tertulis,” ujar Dali.

Wakil Gubernur Isdianto juga setuju dengan ide tersebut, Isdianto meminta kepada Dinas Pendidikan untuk segera merealisasikannya minimal pada anggaran tahun depan. Dali juga berharap dukungan dari semua pihak karna keluhan yang datang ini bukan berasal dari pribadi namun keluhan masyarakat luas.

”Insya Allah Tahun 2019 akan ada penambahan lokal untuk meminimalisir persoalan yang ada saat ini agar berkurang dan terus berkurang di tahun berikutnya,” lanjut Dali.

Dinas Pendikan juga akan melakukan peninjauan kembali terhadap sistem PPDB Tahun 2018 ini. Jika aplikasi pembanding lebih baik dibanding aplikasi saat ini maka kebijakan baru akan dibuat dengan mengganti aplikasi. ”Kita akan melakukan penelitian dan membentuk tim pengkaji dan kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan berasabar karna kami akan lakukan yang terbaik,” tutup Dali.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here