Ruang Publik Batu Lepe Diresmikan

0
65
FOTO bersama Bupati Anambas dan SKK Migas dan tamu undangan yang lainnya usai meresmikan Ruang Terbuka Publik Batu Lepe. f-istimewa
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH bersama pihak SKK-Migas meresmikan ruang terbuka publik untuk menikmati pemandangan alam yang diberi nama Batu Lepe, Kamis (2/5).

ANAMBAS – Selain sebagai sarana ruang publik, Batu Lepe juga merupakan salah satu destinasi wisata di Anambas. Dengan diresmikannya Batu Lepe ini, masyarakat di Kepulauan Anambas dan wisatawan bisa menikmati sarana dan fasilitas di lokasi itu.

Sekilas, Batu Lepe ini dibangun oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV.

Peresmian ini selain dihadiri oleh Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris SH ujuga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Deputi Dukungan Bisnis SKK-Migas, Bapak M. Atok Urrahman, Kepala Perwakilan SKK-Migas Wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis, Executive Secretary Komisi Pengawas SKK Migas Ibu Susana Kurniasih, Senior Manajer Relations & Security Medco E&P Natuna Drajat Panjawi, Government Affairs Senior Manajer Premier Oil Natuna Sea B.V. Buyung H. Satria, Tokoh Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pembangunan taman ini dilaksanakan selama 2 (dua) tahun, dengan metode swakelola antara Medco E&P Natuna dan Premier Oil bekerja sama dengan Ikatan Alumni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (IKAL BPPT) sebagai lembaga nirlaba di Indonesia.

Pembangunan Ruang Terbuka Publik Batu Lepe, memiliki luas 612 m2 ini selaras dengan rencana pengembangan pariwisata.

Maka dari itu, diharapkan akan menjadi ikon pariwisata Kepulauan Anambas.

Deputi Dukungan Bisnis SKK-Migas menyampaikan bahwa, pembangunan ruang terbuka publik Batu Lepe merupakan komitmen SKK-Migas bersama KKKS. Dalam hal ini, Medco E&P Natuna dan Premier Oil dalam membangun daerah melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat bisa menikmati dan berekreasi serta menambah daya tarik Kabupaten Kepulauan Anambas dari sektor pariwisata.

Kepala Perwakilan SKK-Migas Wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis menjelaskan, Program Pengembangan Masyarakat merupakan program yang berasal dari masukan dan usulan Masyarakat dan Pemerintah Daerah.

”SKK-Migas-KKKS mengimplementasikan, usulan-usulan masyarakat dan Pemda melalui Musrenbang. Sehingga tidak tumpang tindih, dan hasilnya benar-benar sesuai harapan masyarakat dan Pemda,” jelas Avicenia Darwis.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Ibu Evy Yanti menambahkan, selain pembangunan ruang terbuka Publik Batu Lepe.

Pada tahun 2018 SKK-Migas bersama KKKS juga melakukan Pelatihan-pelatihan, Budidaya Kerapu, UMKM, Pengembangan Desa Wisata, Program Hidroponik, Pembangunan Drainase, PJUTS dan Konservasi Terumbu Karang.

Ruang terbuka publik ini, tentunya menambah keindahan alam Kabupaten Kepulauan Anambas dengan.

Terlebih, juga terdapat lukisan dari beberapa ikon Aabupaten Anambas yang baru berdiri 10 tahun karya Deddy Yunizar. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here