Rudenim Tanjungpinang Tampung 149 WNA 13 Negara

0
351
Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Muhammad Yani Firdaus

TANJUNGPINANG – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menampung sementara 149 Warga Negara Asing (WNA) dari 13 negara.

Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Muhammad Yani Firdaus mengatakan, orang asing atau pencari suaka (deteni) itu ditahan sementara di sini, karena melanggar undang-undang keimigrasian berupa illegal fishing atau menangkap ikan tanpa izin hingga pelanggaran pidana dan perdata.

Lama mereka ditahan berbeda-beda, ada sejak tahun 2018 hingga yang paling baru 21 Januari 2019 lalu.

“Mereka selanjutnya disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (29/1).

Yani menyebutkan, orang asing dari 13 negara diantaranya, Vietnam, berjumlah 93 deteni reguler ditambah titipan Kejati Natuna, 28 orang.

Dari negara Myanmar 7 orang, Thailand 5 orang, Nigeria 3 orang, Aljazair 2 orang, Afganistan 2 orang hingga Sudan di Timur Laut Benua Afrika 2 orang dengan status ireguler serta alasan kemanusiaan.

Terkait daya tampung Rudenim Tanjungpinang, ia menuturkan sekitar 500 orang. Terdiri dari tiga lantai dengan fasilitas air, listrik serta ruang kesehatan dan peralatan olahraga lainnya.

Ia menambahkan, data deteni yang telah dideportasi ke negara asalnya sebanyak 9 WNA dari jumlah 79 orang pada tahun 2018. Untuk tahun 2019 ini, pihaknya memulangkan enam orang ke negara Ghana, Pantai Gading, Myanmar dan Nigeria.

“Di bulan Januari ini kita sudah memulangkan enam WNA ke negara asalnya,” ujarnya.

Selain itu juga, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 1.012 orang asing kategori pengungsi. Seperti di bawa naungan Bhadra Resort Bintan terdata 506 orang, Akomodasi Non Detensi (AND) Sekupang Batam berjumlah 222 orang dan Hotel Koleksi Batam status keluarga sebanyak 284 orang. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here