Rudi Chua Pastikan Tak Maju di Pilwako 2018

0
1359
KOMPAK: Rudi Chua dan Teddy Jun Askara kompak di salah satu acara belum lama ini. f-dokumen/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Nama Rudi Chua sempat disebut-sebut cocok berpasangan dengan H Syahrul maju di Pilwako Tanjungpinang 2018 nanti. Fengki Fensito, salah satu politisi Tanjungpinang mengungkapkan bahwa nama Rudi Chua cukup tenar di Tanjungpinang dan sebelumnya juga sudah pernah ikut Pilkada tahun 2013 silam.

Rudu Chua saat diminta komentarnya terkait hal ini langsung menyatakan diri sudah tak tertarik lagi maju di Pilwako Tanjungpinang. Saat ini, ia duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kepri Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang. Ia juga bekerja untuk masyarakat Kepri khususnya Tanjungpinang. Hanya saja, jalurnya berbeda.

”Tidaklah. Saya tak maju. Dari awal sudah saya katakan tak maju. Kalau pun ada yang mendorong saya maju, terimakasih lah. Tapi biarlah mereka yang maju. Kalau saya tidak lah,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya, Jumat (22/9).

Baca Juga :  Demokrat Belum Menentukan Kader untuk Pilkada Tanjungpinang

Dijelaskannya, dari awal dirinya menginginkan pasangan H Lis Darmansyah-H Syahrul tetap berpasangan maju di Pilwako Tanjungpinang 2018. Bahkan, ia sendiri berusaha menjembatani Lis-Syahrul dengan menemui dua tokoh ini satu per satu. ”Saya jumpai langsung Pak Lis dan meminta mereka maju bersama lagi. Saya juga jumpai Pak Syahrul dan minta mereka maju bersama lagi,” tambahnya.

Hanya saja, dari pembicaraannya dengan Lis dan Syahrul kedua tokoh ini sama-sama punay persepsi berbeda untuk memimpin kota ini lima tahun ke depan. ”Jadi kedua-duanya sama-sama ingin membangun Tanjungpinang. Hanya beda persepsi dan itu yang sulit disatukan. Kalau saya tetap berharap mereka bersama lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Parpol Sepakat Tolak Politik Uang

Ia mengatakan, dirinya berani menemui Lis-Syahrul dan ingin menggandengkan kedua-duanya di Pilwako nanti karena banyak permintaan masyarakat yang menginginkan keduanya masih bersama lima tahun ke depan. ”Atas permintaan masyarakat itu, saya jumpai lah mereka berdua. Tapi mungkin harus begini (berpisah, red),” bebernya lagi.

Ia mengatakan, saat Pilwako 2018 nanti, semua kandidat hendaknya menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Tanjungpinang ini. Jangan sampai karena kedua pimpinan itu berpisah, sehingga masyarakat terkotak-kotak, yang dulunya berkawan jadi berlawanan, suami tak sepaham dengan istri dan lainnya.

Baca Juga :  Hindari Mahar, Syahrul Bakal Pilih Iskandarsyah

”Kita boleh beda pilihan. Namun itu jangan sampai membuat perpecahan. Karena Tanjungpinang ini dikenal kota yang sangat aman dan nyaman. Ini yang perlu kita jaga bersama,” bersama. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here