Rudi Geser Lima Posisi Kabid

0
710
Pejabat bAru: Wali Kota Batam, Rudi menyalami pejabat yang baru dilantik. F-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Wali Kota (Wako) Batam, HM Rudi melakukan perombakan pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Ada lima Kepala Bidang yang posisinya digeser. Termasuk pergantian pejabat eselon III terjadi di bidang Kabid bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM), Abdul Malik, yang awal September 2017, ditegur Rudi karena kinerjanya.

Pelantikan yang berlangsung, Senin (19/9), Rudi mengukuhkan Abdul Malik, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat pindah ke Inspektur Pembantu 2 Inspektorat Daerah.

Tidak disebut alasan pergeseran Abdul Malik dari posisinya. Namun, saat rapat evaluasi program bantuan pangan non-tunai untuk warga miskin, awal Septemer 2017 lalu, Rudi sempat mempertanyakan data warga miskin yang ditangani Abdul Malik. Saat itu laporan, distribusi bantuan non-tunai baru sekitar 22,95 persen.

Baca Juga :  84 Pejabat Terancam Nonjob

Sementara pihak BRI menyampaikan, ada selisih data warga miskin. Selisih data diketahui saat distribusi kartu berjalan, yang masih tersisa 9.747 kartu untuk program keluarga harapan (PHK) dan bantuan pangan non-tunai (BNPT).

Saat itu, Abdul Malik melaporkan, karena beras dan gula yang sudah diambil keluarga harapan, dengan menggunakan kartu, baru sekitar 22 persen. ”Disinyalir ada yang tidak mengambil. Atau tidak tersalurkan dananya ke kartunya,” kata Malik dalam laporannya.

Namun pernyataan yang berbeda disampaikan perwakilan Bank BRI Batam. Laporan yang mereka terima, ada 39.903 basis data terpadu. Namun keluarga penerima manfaat (KPM) hanya 32.493. Sehingga terdapat selisih 7.410 KK. Selanjutnya, untuk warga penerima kartu sejahtera sosial (KKS). Kartu yang sudah dicetak, sebanyak 32.159.

Baca Juga :  Semua Hewan Kurban Harus Bebas Penyakit

Padahal, yang diperuntukkan bagi program keluarga harapan ada 10.233. Sementara untuk BPNT sebanyak 12.179. Masih ada sisi kartu, 9.747. Itu untuk PKH 357 kartu dan PNT 9.390 orang. Selisih kartu juga ada. Makanya waktu BRI mengaudit, ini dipertanyakan. Kenapa ada selisih data.

Selain Abdul Malik yang digeser, ada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Rayanis Aminan menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Selanjutnya Muhammad Samad, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pembukuan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Baca Juga :  Pemko Minta 19 Bus Tambahan ke Kemenhub

Selain itu, Riama Manurung, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dilantik sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggantikan Samudin. Sementara Samudin dilantik sebagai Inspektur Pembantu 1 di Inspektorat Daerah.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here