Rudi Minta Siswa Komunikasi Bahasa Inggris di Sekolah

0
647
PENYERAHAN: Wali Kota Batam Rudi saat menyerahkan beasiswa ke pelajar di Kota Batam. f-DOK TANJUNGPINANG POS

Perintahkan Disdik Tambah Jam Pelajaran

BATAM – Wali Kota Batam, HM Rudi meminta agar Bahasa Inggris dipakai sebagai alat komunikasi sehari-hari di sekolah. Ini menjadi pelajaran penting dalam era globalisasi.

Karena itu, Rudi memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menambah jam Bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

”Hidupkan komunikasi Bahasa Inggris di sekolah. Supaya saya dan Pak Am (Amsakar, wakil wali kota) bisa jual ke luar negeri, ini loh warga kami mampu berbahasa Inggris, silakan tes,” ujarnya di berbagai pertemuan warga dua bulan terakhir.

Menurut Rudi, penguasaan Bahasa Inggris ini mampu meningkatkan daya saing warga Batam di luar negeri. Posisi Batam yang dekat dengan negara tetangga memberi peluang besar bagi warganya untuk bekerja di negara seberang.

Namun sering kali peluang terlewat begitu saja disebabkan kemampuan Bahasa Inggris yang pas-pasan.

”Kalau kita lihat, kemampuan orang Filipina dengan anak-anak kita itu sama. Tapi kita kalah dalam bahasa. Mereka lancar berbahasa Inggris,” kata dia.

Diharap dengan penguasaan Bahasa Inggris, pekerja asal Indonesia khususnya Batam bisa mendapat posisi lebih baik. Misalnya bagian pelayanan di penerima tamu atau semacamnya.

”Kita ingin, derajat pekerja Indonesia di luar negeri lebih baik. Berdasarkan pengalamannya di negara timur tengah, pekerja Indonesia biasanya mendapat bagian kebersihan seperti petugas toilet dan sebagainya,” cetusnya.

Disebutkan, peluang kerja lain yang bisa diambil anak Batam dengan penguasaan Bahasa Inggris adalah bekerja di bidang pariwisata.

Seperti menjadi tour guide hingga bekerja di kapal pesiar milik asing. Tak hanya Bahasa Inggris, Rudi juga menekankan pentingnya dua pelajaran lain. Yakni wawasan kebangsaan dan pendidikan agama.

”Wujud kepeduliannya yaitu dengan mewajibkan siswa nyanyikan lagu Indonesia Raya setiap akan memulai pelajaran. Sementara untuk pendidikan agama, ditambah dari dua jam menjadi empat jam pelajaran setiap pekan,” beber Rudi. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here