Rudi Sarankan Mahasiswa Tempuh Jalur Elegan

0
393
Unjuk rasa mahasiswa di depan Halaman Kampus UMRAH di Dompak berakhir ricuh F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Ricuh mewarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa UMRAH di depan Rektorat UMRAH, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (20/2).

Hal ini mengundang perhatian dari berbagai pihak. Diantaranya anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua. Ia menilai, persoalan ini sangat mudah disesaikan. Tergantung dari komunikasi antara kedua belah pihak yaitu mahasiswa dan rektor.

“Saya tak membela rektor maupun mahasiswa. Disini jalur komunikasi yang harus diperbaiki,” tuturnya.

Rudi meminta rektor memperbaiki mekanisme komunikasi yang dijalin. Sedangkan bagi mahasiswa, disarankan untuk menempuh jaulur-jalur yang elegan.

Misalnya, mahasiswa terlebih dahulu meminta bantuan atau mengirimkan surat ke Komisi Informasi (KI) terkait data yang ingin diketahui dari UMRAH.

“Bila ini tidak bisa dipenuhi pun tidak seharusnya langsung menyikapi dengan demo. Saya paham anak-anak muda membara untuk memperjuangkan sesuatu hal, tetapi juga harus sudah memegang data akurat,” tuturnya.

Jika melalui KI tidak bisa memberikan data maka mahasiswa bisa melaporkan ke pihak berwajib. Meminta menindak manajemen UMRAH karena ada hal yang ditutupi.

Selain itu, menurutnya ada beberapa cara untuk mendapatkan data terkait pengelolaan keuangan suatu lembaga. Bisa meklalui berbagai pihak terkait atau bahkanmelihat anggaran UMRAH melalui web site kementerian.

“Adik-adik mahasiswa harus bersikap lebih bijak. Jangan sampai mahasiswa tak memiliki data akurat, namun bertekat melaksanakan demo.” paparnya.

Ia menilai, rektor tidak mungkin salah dalam mengelola lapor keuangan. Sebab sudah diaudit, tetapi yang mungkin perlu dipertanyakan realisasi dari anggaran diberikan.

Anggota DPRD dari Partai Hanura ini menyarakan rektor segera mengambil langkah dengan menjalin komunikasi. Bila tidak, dikhawatirkan akan ada aksi unjuk rasa yang lebih besar.

Rudi menilai, aksi demo terus menjadi perhatian di pusat. Bila tidak diminimalisir, berdampak pada citra dan secara langsung dan tak langsung berpengaruh pada kualitas pendidikan.

“Pusat terus memantau, kampus perlu terus berbenah jangan sampai ada demo-demo kembalim” tuturnya. Ia berharap polisi bisa menahan diri, apalagi unjuk rasanya di kampus. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here