Rudi Tinjau Arus Mudik Pelabuhan dan Bandara

0
171

BATAM – Wali Kota Batam, HM Rudi dan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam meninjau pelabuhan dan bandara, Sabtu (1/6). Peninjauan dilakukan dalam rangka memantau arus mudik di musim libur Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019.

Peninjauan diawali ke pelabuhan domestik Sekupang. Rudi beserta rombongan FKPD berdialog dengan penumpang yang tengah menunggu keberangkatan. Ia juga berjumpa dengan agen penjualan tiket PT Prima Rahmat Abadi dan
PT Marinatama Gemanusa yang berada di lantai 2 pelabuhan domestik.

“Hari ini setelah upacara kita bersama-sama meninjau arus mudik. Pertama kita tuju pos terpadu di depan pelabuhan. Menurut saya ini cukup sempurna. Lalu kita tinjau di dalam pelabuhannya,” tutur nya.

Keluhan penumpang tentang harga tiket yang tinggi, Rudi menjelaskan bahwa agen menetapkan harga itu sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Kepri.

“Harga tiket antarpulau penetapannya sesuai dengan SK Gubernur. Hari ini karena penumpang ramai, operator kapal menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan melalui SK gubernur, tapi belum sama karena harganya masih di bawah SK gubernur itu,” ujar Rudi usai berdialog dengan pihak agen.

Menyangkut kondisi dan fasilitas pelabuhan, menurut Rudi sudah cukup memadai. Fisik bangunan yang baru dan bersih membuat penumpang tampak nyaman meski sebagian duduk di lantai.

“Cukup bagus. Tapi tadi Pak Kapolres bilang ke pengelola kenapa di atas tak dingin seperti di bawah. Kita minta tambah pendingin tapi mungkin untuk tahun depan. Tahun ini tak sempat lagi,” ujarnya.

Rudi akui kepadatan penumpang di pelabuhan tak seperti yang ia bayangkan. Menurutnya, ini disebabkan sebagian besar penumpang sudah diberangkatkan dengan kapal subuh. Pelabuhan Domestik Sekupang yang melayani pelayaran antarpulau dalam satu provinsi, Kepulauan Riau, hingga ke provinsi tetangga, Riau. Seperti ke Tanjungbatu, Tanjungbalai Karimun, Kundur, Selatpanjang, Tembilahan, sampai Dumai.

Terkait ketersediaan kapal, para operator mengaku siap tambah jadwal maupun armada apabila dibutuhkan.

“Soal kapal tak masalah. Ada, antarpulau ini tak ada masalah sebenarnya. Kalau kurang kita tambah. Berapa penumpang pun kalau ada bisa kita hubungi pengelola kapal” ujarnya.

Di Bandara Internasional Hang Nadim, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan H-6 dan H-7 Lebaran terjadi peningkatan penumpang 8,5 persen dibanding tahun lalu.
Dituturkay, pada H-5 Lebaran terjadi penurunan 8,16 persen dibanding tahun lalu.

“Selama empat hari ini rata-rata penumpang yang berangkat diatas 9.000 orang,” jelasnya.

Harapannya dengan adanya penurunan harga tiket dan extra flight serta upgrade Lion Air dari 737 menjadi airbush jumlah keberangkatan melalui Bandara Hang Nadim meningkat. Untuk puncak arus mudik ini menurutnya terjadi, besok, Minggu (2/6) 2019.

“Kita akan terus pantau karena ini waktu libur, tapi prediksi kita besok,” sebutnya.

Terakhir rombongan FKPD meninjau keberangkatan penumpang yang ingin mudik melalui ASDP Roro Telaga Punggur.
Dijelaskan petugas ASDP bahwa untuk tujuan Buton kemarin terdapat du RoRo yang beroperasi.

Selain itu, kapal RoRo yang beroperasi ke Tanjung Ubang terdapat tiga unit. Roro tersebut dapat mengangkut hingga 600 orang dengan jumlah mobil antara 35-70 unit dan 50 unit sepeda motor.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, pihaknya menyiapkan 11 pos pengamanan terpadu untuk operasi ketupat seligi ini. Selain itu juga ada 12 pos pantau untuk lalu lintas.

“Serta pos bergerak, khususnya di laut. Tempat keramaian seperti mal kita ada pasang pengamanan dari pos, bersama satuan pengamanan di mal,” tuturnya.

Mengenai jumlah personel di tiap pos, Hengki mengatakan telah disesuaikan dengan kebutuhan tiap lokasi. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here