Rumah di Bibir Pantai Jadi Homestay

0
209
PANTAI Nongsa, pasirnya putih dan indah. Pemko Batam akan menambah lokasi wisata pantai di Nongsa. f-istimewa/net

BATAM – Untuk menambah fasilitas penginapan tradisional dalam mendukung sektor pariwisata, maka sejumlah rumah penduduk yang berada di bibir pantai akan dijadikan homestay.

Pembinaan terhadap warga yang rumahnya disiapkan sebagai homestay bagi wisatawan, akan digelar Juni 2019.

Sebelum itu, Dinas Pariwisata Batam akan merekrut tenaga untuk membantu program pemerintah dalam pengembangan pariwisata berbasis homestay.

Sementara daerah yang disiapkan lebih di pinggir pantai. Pilihannya antara Ngenang, Nongsa, Tanjunguma dan Belakang Padang.

Kadis Pariwisata Batam, Ardiwinata, Senin (18/3) mengatakan, pihaknya belum menentukan lokasi daerah untuk homestay. Namun alternatif lokasi sudah ada.

”Homestay, mungkin kita mulai proses antara April atau Juni. Tapi mungkin Juni untuk rekruitmen tenaga membantu di lokasi homestay,” kata Ardi.

Penentuan lokasi homestay ada kriteria yang ditentukan. Seperti daerah yang mulai berkembang. Sehingga menarik bagi wisman.

”Kita lihat yang mulai berkembang dan mulai dikunjungi wisman. Karena memang lokasi pemukiman penduduk, sudah ada yang dikunjungi wisatawan,” sambungnya.

Selain itu, rumah yang akan dijadikan homestay, harus bersih, hijau dan aman. Sehingga tidak mengganggu citra Batam sebagai daerah pariwisata. ”Standar homestay ada, tapi tidak susah. Bersih, hijau dan aman,” beber Ardi.

Hal ini menjadi kriteria, karena dalam program homestay, warga atau penghuni rumah akan berbaur dengan wisman.

”Warga (pemilik rumah) makan sama mereka (wisman). Jadi wisatawan benar-benar menjalani hidup atau aktivitas masyarakat disitu. Jadi kita akan kemas, bagaimana mereka merasakan kehidupan Melayu,” jelasnya.

Sementara untuk tenaga pendamping di program homestay, akan dipilih dari masyarakat setempat. Selain pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga untuk pemberdayaan masyarakat setempat. Jadi kita akan pilih dari tenaga masyarakat setempat,” sambungnya.

Ardi mengungkapkan, untuk program homestay di daerah pariwisata itu, disediakan anggaran Rp500 juta. Anggaran itu dimaksudkan untuk pelatihan pengelolaan homestay (rumah wisata) di Kota Batam. ”Anggaran pelatihan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik tahun ini,” beber Ardi.

Ditargetkan, dana itu akan digunakan untuk melatih 40 orang warga, dalam mengembangkan homestay. Sementara pelatihan diberikan mengenai kepariwisataan, prilaku, hingga pengelolaan rumah warga untuk dijadikan tempat tinggal ketika wisatawan berkunjung.

”Untuk daerah yang akan dijadikan lokasi homestay, Pemko Batam akan melakukan penataan kawasan terlebih dahulu. Infrastruktur dan fasilitas wisata akan dilengkapi. Misal ikon selfie,” imbuhnya mengakhiri. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here