Rumah Dinas jadi Tempat Mesum

0
481
Rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang yang di Senggarang mangkrak. Hingga kemarin belum juga ditempati. Foto diambil, Rabu (21/11). f-andri/tanjungpinang pos

Dibangun sejak Zaman Wako Suryatati

Rumah dinas untuk Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang tak kunjung ditempati. Rumah dinas itu kondisinya kini rusak parah meski belum pernah ditempati.

TANJUNGPINANG – Berbeda dengan rumah dinas walikota dan wakil walikota sudah dihuni. Padahal rumah dinas untuk pimpinan dewan dengan rumah dinas kepala daerah dibangun dalam waktu bersamaan di masa Walikota Tanjungpinang dijabat Hj Suryatati A Manan.

Pantauan Tanjungpinangn Pos kemarin, bangunan tersebut semakin parah. Sudah banyak sarana dan prasananya yang rusak dan hilang. Plafon banyak sudah bolong, pintu rusak, jendela banyak hilang dan kaca jendela pecah. AC, tempat lampu, lampu, amper listrik, kontak lampu hilang sampai dengan rumput sudah tinggi.

Rumah dinas belum rampung 100 persen, sehingga Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang engga menempati bangunan itu.

Rumah Dinas DPRD Kota Tanjungpinang sempat dijadikan tempat mabuk hingga mesum. Kejadian ini pernah diketahui oleh penjaga rumah dinas tersebut. ”Pernah dijadikan tempat mesum dan mabuk sekompolok anak muda. Kalau saya tidak hampiri pastilah berhubungan badan,” kata Wandi, penjaga Rumdis Dewan saat dijumpai Tanjungpinang Pos di Rumdis Dewan, Rabu (21/11).

Awalnya, kata Wandi, ia membiarkan sepasang wanita dan pria masuk kawasan Rumdis Dewan Kota Tanjungpinang mengenakan kendaraan roda dua, yaitu sepeda motor.

Sepeda motor yang ditunggangi pasangan remaja yang masih duduk di bangku SMP langsung menuju ke arah belakang salah satu Rumdis tersebut.

Dengan hitungan menit, pria ini melangkahkan kakinya dari salah satu Rumdis yang ditempati menuju sepasang remaja tersebut. Ternyata, sepasang remaja ini sedang melepaskan hawa nafsunya di Rumdis tersebut.

Sebelum melakukan berbuatan yang tidak diinginkan, sepasang remaja ini diperkirakan terlebih dahulu mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Pasalnya, ditemukan kaleng yang masih berisi mikol. Ditambah lagi, dengan bau mikol berasal dari mulut remaja tersebut.

Atas kejadian tersebut, ia langsung menghubungi ke salah satu orangtua remaja tersebut. ”Saya kenal orangtuanya. Saya telepon orangtuanya untuk datang ke sini (Rumdis Dewan, red),” terang dia.

Setelah sampai di Rumdis Dewan, ia langsung menceritakan kejadian yang dilihatnya kepada orangtua remaja tersebut. Sudah mendengar semua cerita tersebut, orangtua pamit pergi bersama sepasang remaja tersebut. ”Kalau tidak salah ingat saya di bulan puasa lalu,” terang dia.

Semenjak itu, kata pria yang sudah jaga Rumdis dewan enam bulan berlangsung, tidak ada lagi sepasang remaja datang hingga berkunjung di Rumdis Dewan. (Andri DS – Nopiyah)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here