Rumah Lunas, Sertifikat Tak Ada

0
1707
WAKO-WAWAKO Batam, Rudi dan Amsakar Achmad diskusi dengan warga usai pertemuan dengan BTN, menemui Wako Batam, HM Rudi, Selasa (20/2).f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Ratusan warga Komplek Air Mas Madar Paradise, Batuaji mendatangai Bank Tabungan Negara (BTN). Mereka menuntut agar BTN mengeluarkan sertifikat rumah mereka.

Alasannya, banyak warga yang sudah tiga dan empat tahun melunasi kredit, namun tidak kunjung menerima sertifikat. Namun hingga saat ini, tidak ada kepastian termasuk dari pihak BTN yang mengaku masih menunggu dari BPN.

Aksi demo digelar warga, Selasa (20/2) di depan kantor BTN, Batam Centre, sebelum diterima pihak bank. Warga dalam orasi meneriakkan agar sertifikat rumah segera dikeluarkan.

”Kami datang menuntut sertifikat rumah, padahal kami sudah menyelesaikan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Kami sudah melunasi kredit, ada juga yang beli lunas, tapi tak dapat sertifikat juga,” ujar salah seorang warga komplek Air Mas RW 02 RT 05 Adi.

Baca Juga :  Pemko Bersihkan Jodoh Boulevard

Disebutkan Adi, di perumahan mereka, ada sekitar 200 unit rumah. Perumahaan itu dibangun pengembang, PT Airmas Trikarsa. Perumahan itu diakui dibangun tahun 2005 lalu. Sejak warga melunasi kredit rumah, saat ditanya ke BTN, jawabannya masih diproses. Namun karena proses dinilai terlalu lama, warga sepakat demo. ”Tidak tahu mana yang benar. Tapi developer ini bermasalah juga di tempat lain yang mereka bangun,” cetus Adi.

Warga menegaskan, jika tidak kunjung dikeluarkan BTN, mereka akan membawa ke proses hukum. Mereka menuntut ke BTN, karena warga kredit perumahan ke BTN. Seorang warga lainnya, Nainggolan mengatakan, saat mengajukan KPR, diakui sertifikat rumah warga sudah di tangan Bank BTN. ”Bank BTN harus bertanggungjawab. Kalau ada permainan developer dengan bank, kami tidak tahu. Jelas, kami kredit rumah ke BTN,” tegas Nainggolan.

Baca Juga :  Isdianto Canangkan Seluruh Wilayah Kepri Masuk Kawasan FTZ

Usai menemui warga, Wakil Kepala Kantor BTN Cabang Batam, Ardi Darmawan mengatakan, pihaknya mengaku tidak mengurus sertifikat. Pihaknya diakui hanya membantu mengurus jual beli antara pembeli dan developer.

Demikian, pihaknya akan membantu memediasi dengan developer. ”Kalaupun ada agunan, itu antara developer dengan kuasa notaris. Setelah itu, baru diserahkan ke BTN. Nanti kami akan fasilitasi, agar yang sudah lunas pembayaran, mendapatkan sertifikat,” ujar dia.

Direktur PT Airmas Trikarsa, Palti mengatakan, pihaknya tak bisa mengurus pecah sertifikat hingga saat ini. Alasannya, sertifikat induknya yang asli hilang. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here