Rumah Panti Asuhan Disegel Bank BTN

0
75
Inilah panti asuhan Insan Cita yang terancam disita pihak bank karena tidak mampu membayar kredit rumah. f-raymon/tanjungpinang pos

Tak Mampu Bayar Kredit Rumah

Rumah panti Asuhan Insan Cita terancam disita bank. Panti asuhan yang dikelola yayasan Al-Ghorizi Panti ini nunggak tagihan rumah tempat anak-anak panti ditampung.

TANJUNGPINANG – Dinding panti asuhan yang beralamat di Jalan Bandara Baru Perum Jatimas Blok B2 Kelurahan Pinang ini tertulis akan disita oleh Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Tanjungpinang.

Di rumah panti ini ada enam anak yatim piatu. ”Bank BTN, rumah ini akan lelang/dijual” begitu bunyi tulisannya.

Pantuan Tanjungpinang Pos kemarin, panti asuhan ini tampak sepi. Anak panti sebagian sedang sekolah. Tinggal pengurusnya saja. Panti asuhan ini membutuhkan uluran tangan donatur karena rumah yang ditempati anak-anak yatim piatu ini akan disita bank.

Putra, pengurus panti asuhan mengatakan, pihak bank sudah meminta agar kredit rumah tersebut dibayar, karena sudah menunggak. Dan, dari BTN juga telah mengumumkan kalau rumah tersebut akan dilelang/dijual. Tulisan dari BTN kalau rumah tersebut akan dijual sudah terpampang sejak bulan lalu. Ia bingung mau pindah kemana lagi jika rumah panti itu disita bank.

Ia mengakui kalau pihak yayasan belum mampu membayar uang cicilan rumah tersebut.

”Kita pasrah. Dari BTN sudah mau menjual rumah ini. Sudah ditempel tulisannya,” ujarnya.

Kata Putra, awalnya rumah yang ditempati para anak yatim tersebut, digunakan untuk pribadi. Namun, ada sahabat yang mengusulkan dan menjadi donatur agar rumah tersebut dijadikan rumah panti asuhan. Sejak 2017 lalu, rumah tersebut menjadi rumah anak panti asuhan.

”Karena ekonomi tak membaik dan dipengaruhi dengan perekonomian yang semakin menurun, kita tak mampu membayar cicilan rumah ke bank,” sebutnya.

Kata Putra, dia sudah meminta dan memohon kepada pihak bank untuk membayar pokoknya saja. Namun, pihak bank tidak mau dan mita membayar seluruhnya. Karena, memang tak ada duitnya, maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Cuma, ia tetap akan bertahankan rumah tersebut.

”Kita minta ganti rugi saja bila disuruh keluar dari rumah ini untuk mencari kontrakan buat anak-anak panti asuhan,” jelasnya.

Putra menuturkan, di sini enam anak-anak yang tinggal di panti asuhan mereka semua sudah sekolah dasar. Setelah pulang dari sekolah mereka tetap ia didik dengan ilmu agama. Untuk para donatur masih berasal dari kalangan personal saja.

Untuk biaya operasional untuk panti asuahan, ada saja dermawan yang datang memberikan sumbangan seperti beras mi instan dan terkadang mencukupi. Tapi, anak yatim juga butuh biaya sekolah. ”Bagi yang ingin memberikan bantuan, bisa menghubungi nomor kontak Ricka Sofiana 0858 3404 6983 atau 0853 7413 7114 atau bisa pula mensalurkan donasi dengan cara transfer melalui BRI an. Yayasan Insan Al Ghorizi no.rek. 2147-01-002246-53-7,” ujarnya.

Namun, para anak asuh yang kini sudah SD juga punya banyak kebutuhan. Seperti buku, uang saku dan operasional. ”Donatur alhamdulillah masih ada yang memberikan bantuan. Namun dibalik semua itu, jujur kami masih memerlukan bantuan untuk keperluan seperti biaya sekolah anak, sembako dan kebutuhan lain-lain. Semoga rezeki para dermawan terus berlimpah hingga anak-anak panti bisa terbantu,” doanya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here