Rumah Potong Senilai Rp 520 Juta Mubazir

0
783
BANGUNAN RUSAK: Rumah Potong Unggas yang tidak dimanfaatkan yang dibangun dengan APBN tahun 2013 sebesar Rp 520 juta kini mulai rusak. F-TENGKU/tanjungpinang pos

LINGGA – SEJAK dibangun tahun 2013 lalu, rumah potong unggas di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep hingga saat ini tak digunakan. Setelah selesai dibangun, tidak sekalipun bangun tersebut digunakan sesuai fungsinya. Untuk itu, pembangunan rumah pemotongan unggas yang menelan dana Rp 520 Juta tersebut menjadi mubazir. Sementara, untuk membangun rumah pemotongan tersebut memalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013.

”Sejak dibangun memang tidak pernah digunakan. Bangunan ini dibangun mengunakan dana APBN tahun 2013. Beberapa bagian bangunan sudah rusak karena tidak terawat,” kata El, warga setempat, kemarin. Ia menyampaikan, masyarakat merasa heran dengan perencanaan pemerintah yang membangun rumah potong unggas yang terlihat bagus itu di dekat pemukiman. Pasalnya, rumah-rumah warga di sekitar kawasan rumah potong berbanding jauh dengan megahnya fisik rumah potong unggas tersebut.

Baca Juga :  2018, Kejari Intensifkan Jaksa Masuk Sekolah

”Kami juga heran, kenapa tidak membangun atau membantu rehab rumah kami yang tidak layak ini. Malah membangun rumah potong unggas di tengah pemukiman,” tegas El. Ia menjelaskan, bukan tidak ingin mendukung program kerja pemerintah. Namun, pemerintah terkesan tidak melakukan perencanaan yang sesuai dengan prioritas.
Menurutnya, bila dibandingkan membangun rumah potong unggas akan lebih baik dialihkan program pemberdayaan kepada masyarakat.

”Lebih baik dana Rp 520 juta dibelikan bibit ayam, itik untuk dikembangkan jadi peternakan masyarakat akan lebih baik. Karena mampu menjadikan nilai tambah ekonomi masyarakat,” terangnya. Di samping itu, warga diajarkan untuk berternak unggas dari pada membangun rumah potong unggas yang kini telah rusak. ”Saya rasa daerah kami belum membutuhkan rumah potong itu,” sebutnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here