Rumah Singgah Lansia Minim Fasilitas

0
46
Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengunjungi SDN 11 Tanjungpinang Timur, baru-baru ini. F-Tunas/tanjungpinang pos

Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki Rumah Singgah Embung Fatimah khusus bagi orang tua lanjut usia (Lansia). Gedung ini terdiri dari dua bagian yaitu satu bangunan untuk kaum perempuan dan di sampingnya untuk laki-laki.

TANJUNGPINANG – Kondisi orangtua yang tinggal di rumah singgah tersebut berbeda-beda. Ada yang masih bisa berjalan, ada yang memerlukan alat bantu karena struk dan ada juga yang terbaring di kasur karena sakit. Secara umum, dari luar kondisi bangunannya bagus.

Hanya saja perlengkapan khusus bagi kelompok laki-laki masih perlu bantuan. Terutama tempat tidur dan beberapa kebutuhan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Bahkan bagi mereka yang tak bisa lagi bergerak dengan bebas, terpaksa tidur di lantai beralaskan beberapa tikar.

Terkait persoalan ini, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma prihatin dan ia berharap para orangtua yang tinggal di rumah singgah tersebut, tetap bahagia dan bisa merasakan hidup layak.

Beberapa hari setelah dilantik, Rahma menyempatkan waktu mengunjungi rumah bahagia tersebut, sembari mengunjungi ASN di lingkungan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang di Batu 10 tersebut.

Ia menuturkan, bahwa Dinas Sosial menjadi salah satu yang perlu terus dipantau.

Ada banyak persoalan terkait masyarakat yang menjadi kewenangan mereka. ”Dinas Sosial menjadi salah satu dinas yang berhubungan langsung dengan banyak persoalan yang dialami masyarakat. Kita akan bahas dan tinjau,” ucapnya.

Saat kunjungan itu, Rahma didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Disosnaker Kota Tanjungpinang, Ponatin dan beberapa staf lainnya.

Ia menuturkan, yang utama perlu diperhatikan yaitu rumah singgah bagi orangtua dan beberapa lainnya. Mereka membutuhkan tempat tidur agar layak beristirahat.

Dituturkannya, setiap bulan ada dokter yang berkunjung memeriksa kesehatan para orangtua yang berada di situ. Bila tiba-tiba sakit, maka akan di bawa ke puskesmas terdekat.

Bahkan di situ juga ada satu orang yang terisolasi karena dianggap gangguan jiwa. Terkait penanganan ini, Ponatin meminta harus didudukkan dengan Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

”Kalau mengambil dari jalan karena berkeliaran mungkin menjadi kewenangan kami, tapi jika terdeteksi gangguan jiwa harusnya penanganan medis. Satu orang tersebut akan kami antarkan ke rumah sakit di Tanjunguban, Bintan,” ucapnya.

Beberapa anak jalanan yang ditemukan di jalan juga selalu diamankan. Mereka juga dikembalikan ke masing-masing daerahnya. Rahma menuturkan, persoalan itu akan dibahas bersama. Tujuannya, agar keamanan dan pemenuhan kebutuhan sesuai dengan persoalan yang dialami masyarakat.

Kadinsos Tanjungpinang, Agustiawarman menuturkan, anggaran untuk penunjang fasilitas orangtua di rumah singgah tidak begitu besar. Yang setiap tahun dianggarkan hanya biaya hidup serta kesehatannya. ”Minim alokasi, segala perlengkapan yang ada juga bantuan CSR beberapa tahun lalu. Setelah itu memang belum ada bantuan lagi,” paparnya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here