Rumah Subsidi Masyarakat Miskin Dibangun

0
773
TANDATANGAN: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono (kanan), Bupati Lingga, Alias Wello (tengah), Ketua REI Kepri, Yasinul Arif (kiri) usai menyaksikan penandatanganan MoU rumah bersubsidi bagi MBR. f-IST

Menteri PUPR Apresiasi REI Bangun Rumah MBR di Pulau Terpencil

Lingga – REAL Estate Indonesia (REI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) wujudkan program pembangunan rumah bersubsidi, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut, antara Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) dan REI serta BTN.

Basoeki turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan rumah bersubsidi yang akan dibangun.

MoU tersebut di tandatangani Bupati Lingga H Alias Wello dengan Ketua REI Kepri, Yasinul Arif dan Kepala BTN Tanjungpinang, Toto Suharyanto, di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Badung, Bali, Sabtu (1/4) lalu.

Momen acara penandatangan MoU tersebut, disejalankan dengan merayakan HUT REI ke-45.

”Terima kasih dan apresiasi tinggi atas kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Lingga, REI dan BTN,” ujar Basoeki Hadimoeljono.

Ia menjelaskan, BTN mempunyai produk kredit mikro yang memberi akses perbankan, yang tidak hanya kepada orang yang bekerja secara formal.

”Namun, juga memberikan akses kepada orang yang bekerja non formal untuk memiliki rumah layak huni,” jelasnya.

Basoeki pun memuji keikutsertaan BNI dan BRI, dalam program pembangunan rumah rakyat yang khususnya MBR.

Ia berjanji akan terus mendorong semua pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Perbankan dan REI untuk mensukseskan program pembangunan sejuta rumah.

”Ini untuk rakyat, jadi saya akan mendorong semuanya berdiri untuk rakyat,” singkatnya.

Bupati Lingga Alias Wello mengungkapkan, program pembangunan rumah bersubsidi yang disepakati, diprioritaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memiliki rumah.

Khususnya di tiga pulau utama, yakni Pulau Singkep, Lingga dan Sebangka yang berada di gugusan kepulauan Senayang.

”Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat umum, untuk bisa memiliki rumah bersubsidi melalui mekanisme perbankan,” terang Alias Wello.

Ia pun memahami, kesulitan ASN nya, yang bertugas tanpa memiliki tempat tinggal, yang selama ini harus mengontrak rumah.

”Sewanya juga mahal dan bagi yang tidak ingin ngontrak, mereka harus bolak-balik ke tempat kerja tiap hari dengan biaya transportasi laut yang tidak murah,” jelasnya.

Soal perizinan, Alias Wello menjamin prosesnya akan dipermudah dan tidak akan berbelit – belit.

”Saya pastikan prosesnya dipermudah dan tanpa biaya,” tegasnya.(Tengku)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here