Rumah Subsidi Naik Rp 6,5 juta

0
504
SUBSIDI : Inilah salah satu rumah subsidi dibangun oleh developer yang bergabung dengan DPD Apersi Kepri. Rumah subsidi ini naik Rp 6,5 juta dari Rp 122,5 juta menjadi Rp 129 juta. F-Andri/tanjungpinang pos

Harga Sudah Ditetapkan Pemerintah Pusat

TANJUNGPINANG – Harga rumah subsidi naik sekitar 5 persen atau Rp 6,5 juta per unit, mulai 1 Januari 2017 ini dari sebelumnya Rp 122,5 juta menjadi Rp 129 juta per unit. Kenaikan berdasarkan keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Hal ini dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kepri kecuali Batam, Urip Widodo kepada Tanjungpinang Pos, Senin (13/2).

Ia menuturkan, pihak developer atau pengembang hanya membangun dan menjual sesuai ketentuan berlaku dari pemerintah pusat. Serta ia menilai kenaikan wajar mengikuti kenaikan harga unsur pengembang rumah lainnya.

Seperti harga material akan meningkat, harga tanah, begitu pula upah tukang juga mengikut. Artinya, peningkatan memberi ruang kepada pengembang sedikit menyeimbangkan seluruh biaya yang dikeluarkan.

Meskipun terjadi kenaikan material dan lainnya, Widodo panggilan sapanya mengatakan, developer atau pengembang perumahan yang membangun rumah subsidi, tidak akan mengurangi kualitas bangunan rumah tersebut.

Sebab, rumah subsidi yang dibangun developer yang bergabung di DPD Apersi Kepri, harus mengikuti prosedur atau ketentuan dari pemerintah pusat melalui PU-Pera.

Seperti contoh, dinding rumah subsidi bagian depan diplaster. Menyediakan ari bersih, listrik hingga fasilitas umum (fasum). Diantaranya drainase dan jalan merupakan hal wajib yang perlu disediakan.

”Kita tidak boleh sembarangan bangun rumah subsidi. Ada ketentuannya yaitu menjaga kualitas bangunannya yang kokoh dan layak huni,” tegas Widodo.

Kelebihan dari rumah subsidi, lanjut dia, suku bunga rumah subsidi yang akan di dapat masyarakat mencapai 5 persen per tahun. Suku bunga 5 persen ini, kata dia, paling rendah atau terendah sepanjang masa.

”Kita harus optimis dung,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here